Langsung ke konten
Minggu, 23 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

Panggung Seni dan Solidaritas Bencana: Pemkab Madiun Rayakan Kemerdekaan dengan Caruban Night Solidarity 2026

Pemkab Madiun merayakan kemerdekaan ke-81 RI dengan aksi solidaritas Caruban untuk peduli bencana di NTT.

Pemkab Madiun merayakan kemerdekaan ke-81 RI dengan aksi solidaritas Caruban untuk peduli bencana di NTT./dok.HUM-DNY

Pemkab Madiun merayakan kemerdekaan ke-81 RI dengan aksi solidaritas Caruban untuk peduli bencana di NTT./dok.HUM-DNY

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Madiun dikemas berbeda dan penuh makna.

Melalui gelaran Caruban Night Solidarity 2026, Sabtu (22/8), Pemerintah Kabupaten Madiun menghadirkan banyak agenda.

Selain menghadirkan hiburan rakyat, Pemkab Madiun juga mengetuk kepedulian sosial untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Bupati Madiun Pimpin Upacara Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Reksogati Caruban

Karnaval Madiun Perkuat Solidaritas Lintas Daerah

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa parade karnaval malam tersebut dirancang sebagai wadah penguat rasa persaudaraan dan empati antara sesama anak bangsa.

“Di tengah suka cita merayakan HUT ke-81 RI, kita tingkatkan rasa solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, khususnya warga di NTT,” ujar Bupati Hari.

“Bantuan dan doa dari Kabupaten Madiun adalah wujud nyata kebersamaan kita,” imbuhnya.

Awal kegiatan berlangsung dengan kirab bernuansa sakral dan budaya. Bupati Madiun bersama jajaran Forkopimda kemudian bergerak menuju panggung kehormatan.

Momen penting ditandai dengan penyerahan tongkat Mbah Palang oleh Bupati Hari Wuryanto kepada tokoh Mbah Palang sebagai simbolis dimulainya iringan kesenian khas Dongkrek yang mengawal jalannya acara.

Bupati berharap, selain menjadi ajang penggalangan kepedulian sosial, Caruban Night Solidarity dapat terus konsisten digelar secara berkala sebagai ikon baru pariwisata yang mempererat tali persaudaraan.(HUM/DNY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.