SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur Kelompok 15 Dharani Amarta berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Rungkut Tengah dalam mendukung pelaksanaan Program Pilah Sampah Anorganik dan Organik (Pisang Danor). Program ini melibatkan masyarakat di RW 06 dan RW 09 Kelurahan Rungkut Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut membantu proses pembuatan profil kegiatan serta melakukan survei dan terjun langsung ke lapangan untuk melihat penerapan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi pemilahan sampah yang telah diterapkan oleh masyarakat di RW 06 dan RW 09.
Tahap awal kegiatan dilakukan dengan melakukan pendataan jumlah rumah yang terdapat di masing-masing wilayah RW 06 dan RW 09. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan rumah yang akan menjadi sasaran pemantauan pemilahan sampah. Sebanyak minimal 10 persen dari jumlah rumah di setiap RT pada masing-masing RW dipilih sebagai sampel untuk melihat penerapan pemilahan sampah di lingkungan rumah tangga.
Mahasiswa KKN kemudian melakukan survei secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah yang telah ditentukan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa membantu melakukan pendataan sekaligus mengamati penerapan pemilahan sampah organik dan anorganik yang dilakukan oleh masyarakat.
Hasil survei dan wawancara di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat di RW 06 dan RW 09 telah menerapkan pemilahan dan pemanfaatan sampah berdasarkan jenisnya. Sementara itu, sampah anorganik juga dipilah berdasarkan jenisnya. Botol plastik dipisahkan untuk kemudian disalurkan ke bank sampah, sedangkan botol sampo dipisahkan secara tersendiri untuk dijual. Pemilahan tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah yang tercampur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat RW 06 dan 09 melalui penjualan sampah yang memiliki nilai jual.
“Untuk sampah organik ini dibuat Galon Kura dan Sumur Kura. Galon Kura terdiri dari penguraian sampah organik. Kalau sampah anorganik, botol plastik dipisahkan ke bank sampah, sedangkan botol sampo dipisahkan sendiri untuk dijual,” ungkap Imee Dewi Ita Puspita Sari selaku Koordinator KSH RW 09.

Keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung koordinasi antara masyarakat, wilayah RW, dan Pemerintah Kelurahan Rungkut Tengah. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya membantu proses pendataan, tetapi juga turut melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh masyarakat.
Program Pisang Danor juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui pemilahan sampah sejak dari rumah, kegiatan ini mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan tertata sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang berkelanjutan. Di sisi lain, pemanfaatan sampah organik serta pemilahan sampah anorganik untuk disalurkan ke bank sampah maupun dijual menunjukkan penerapan pengelolaan sumber daya dan sampah secara lebih bertanggung jawab.
Melalui Program Pisang Danor, diharapkan pemilahan sampah organik dan anorganik dapat terus diterapkan oleh masyarakat secara konsisten. Hasil survei dan pendataan yang dilakukan di RW 06 dan RW 09 juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Rungkut Tengah.
Penulis: Fransisca Adya Zahiroh, Sri Dewi Savitri, Karina Dewi Lestari#KKNUPNVJT #SDG #BELANEGARA #PisangDanor


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.