MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Budi Wanita (SBW) Malang terus mengambil langkah progresif dalam memperluas wawasan pengembangan ekonomi kerakyatan. Kali ini, Kopwan SBW mempelajari kesuksesan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dalam mengelola destinasi wisata terintegrasi UMKM di Bukit Manik Indonesia, Bogor.
Langkah observasi ini dilakukan untuk menggali potensi model bisnis inklusif berbasis koperasi yang dapat direplikasi di daerah, guna memutar roda perekonomian anggota secara langsung dan berkesinambungan.
Berlokasi di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Bukit Manik menjadi bukti nyata keberhasilan paduan antara pariwisata dan pemberdayaan UMKM. Destinasi yang diresmikan oleh Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi pada 15 Januari 2025 ini tidak hanya menjual keindahan alam, namun juga dirancang sebagai ekosistem perputaran ekonomi anggota koperasi.
Dengan harga tiket masuk Rp15.000 per orang, destinasi ini menawarkan sejumlah ikon menarik bagi pengunjung, antara lain:
- Jembatan Kaca membentang 48 meter yang mampu menampung 15 orang per sesi.
- Fasilitas area glamping kekinian.
- Kedai Kopikop sebagai ruang bersantai.
- Galeri UMKM yang memfasilitasi dan memasarkan produk karya anggota Kopsyah BMI.
Mengusung target 1.000 wisatawan per hari, omzet dari sektor wisata tersebut secara langsung diputar kembali untuk memperkuat permodalan dan unit usaha anggota.Ketua Kopwan SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menyatakan bahwa inovasi Kopsyah BMI ini sangat relevan dengan komitmen organisasinya.
Mengandalkan sistem tanggung renteng sebagai fondasi, Kopwan SBW bertekad mendorong UMKM anggotanya agar bisa terserap ke dalam rantai pasok pariwisata.
“Inovasi Kopsyah BMI di Bukit Manik menjadi pelajaran penting. Koperasi tidak sekadar wadah pengelola pembiayaan, tetapi harus mampu membuka pasar nyata bagi produk anggotanya lewat sektor wisata,” tegas Sri Untari.
Melalui studi ini, Kopwan SBW Malang optimistis dapat mengadaptasi strategi tersebut untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas pemasaran produk UMKM jaringan anggota di Jawa Timur, khususnya kawasan Malang Raya.

