Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Sambut Ramadhan, Mushola Ar Ridwan Dipercantik LAZISNU Widodaren

Ketua LAZISNU Kecamatan Widodaren, H. Mundirin bersama Ahmad Yassin Abdullah menanam pohon sawo di sebelah timur mushola Ar Ridwan Katerban Sekaralas

NGAWI|JATIMSATUNEWS.COM:  Mushola Ar Ridwan yang berada di Dusun Katerban, Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, mendapat sentuhan akhir renovasi dari LAZISNU MWCNU Widodaren menjelang Ramadhan 2026, Sabtu (14/02/2026).

Ketua LAZISNU Widodaren, H. Mundirin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan titik keempat sekaligus penutup program renovasi tahun 2026.

“Hari ini pelaksanaan program NU Care Hijau kali keempat atau titik terakhir tahun 2026 yang bertempat di Mushola Ar Ridwan Katerban. Sebelumnya kami yang menawarkan renovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, mushola tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan dakwah Islam. Hal ini didukung keberadaan guru tahfidz yang pernah menempuh pendidikan di Mesir dan rencana pengembangan mushola menjadi pondok pesantren tahfidz.

Guru TPQ Alif Ba’ Ta sekaligus kepala sekolah di TK Nawa Kartika Katerban, Puji Astuti, menyampaikan bahwa dukungan dana renovasi cukup signifikan.

“Alhamdulillah dana renovasi sangat besar. Awalnya dimotivasi LAZISNU Widodaren, kemudian terus berkembang hingga memadai untuk peningkatan bangunan secara layak. Ke depan, fungsi mushola tidak hanya untuk pembelajaran salat anak TPQ, tetapi juga program tahfidz,” jelasnya.

Secara historis, Mushola Ar Ridwan berdiri pada 1974. Peletak batu pertama sekaligus muwakifnya adalah Mbah Ridwan, dan hingga kini keturunannya masih berperan dalam menjaga keberlangsungan pemanfaatan mushola tersebut.

Iklan

Ketua Ranting LAZISNU Desa Sekaralas, Ahmad Yasin Abdullah, mengapresiasi program NU Care Hijau karena dinilai mampu meningkatkan potensi dakwah dan syiar Islam di wilayah Katerban.

Partisipasi masyarakat juga terlihat dari keterlibatan Agus Degan, yang rela meluangkan waktu libur kerjanya untuk kegiatan sosial-religius tersebut.

“Saya libur kerja hari ini untuk ikut kegiatan LAZISNU. Ini bentuk kontribusi sosial sekaligus investasi akhirat,” ujarnya.

Renovasi kali ini menjadi yang kelima sejak mushola berdiri. Renovasi sebelumnya tercatat pada 2009. Perubahan struktur bangunan, termasuk penyederhanaan undakan cangkup, dilakukan demi keamanan dan kemudahan renovasi.

Menutup kegiatan, H. Mundirin mengingatkan pentingnya keberanian memulai program sosial.

“Jangan takut pada bayang-bayang. Lakukan dengan berani dan percaya diri. Insyaallah hasilnya bisa melebihi ekspektasi,” pungkasnya. (Qony)

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.