SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 44 Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Jawa Timur dilibatkan dalam perumusan gagasan strategis menuju Kongres IPPNU. Langkah tersebut dilakukan melalui New Horizons Strategic Forum, bagian dari Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PW IPPNU Jawa Timur, di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Minggu (11/10/2026).
Forum ini tidak diarahkan sekadar menjadi agenda konsolidasi rutin. PW IPPNU Jawa Timur menjadikannya sebagai ruang untuk membaca perubahan, menyatukan arah, menguatkan kader, sekaligus menghimpun aspirasi cabang sebagai bahan merumuskan masa depan gerakan IPPNU.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur Aprilia Nur Azizah mengatakan, organisasi pelajar putri tidak cukup hanya aktif menjalankan program. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, organisasi harus mampu membaca kebutuhan kader dan menerjemahkannya menjadi gerakan yang relevan.
Baca juga: IPPNU Jatim Gandeng MUI, Siapkan Daiyah Pelajar, Dari Literasi Keagamaan hingga Dakwah Digital
“Selain harus seragam dalam bergerak, tetapi kita harus memiliki arah dan komitmen yang sama. Organisasi tidak cukup hanya aktif, tetapi harus tahu untuk apa ia bergerak dan dampak apa yang ingin diciptakan,” tegas Aprilia.
Keterlibatan 44 cabang menjadi penting karena PC IPPNU merupakan struktur yang berhadapan langsung dengan dinamika kader dan pelajar putri di daerah. Karena itu, gagasan menuju Kongres tidak hanya dibangun dari tingkat wilayah, tetapi juga dihimpun dari pengalaman dan kebutuhan cabang.
Melalui forum tersebut, PW IPPNU Jawa Timur membuka ruang serap aspirasi cabang, sekaligus menyampaikan arah kepengurusan, pemaparan departemen dan lembaga, hasil Rapimnas IPPNU, serta briefing menuju Kongres.

Agenda tersebut mengusung tema “Membaca Perubahan, Menyatukan Arah, Menguatkan Kader, dan Menciptakan Dampak.” Tema ini menjadi pijakan untuk melihat masa depan organisasi secara lebih strategis, bukan sekadar mempertahankan pola kerja yang telah berjalan.
Semangat tersebut sejalan dengan gagasan besar The New Horizons: Growth, Innovation, Impact yang menjadi identitas arah kepengurusan PW IPPNU Jawa Timur. Growth menekankan pertumbuhan kapasitas kader, Innovation mendorong keberanian menghadirkan pendekatan baru, sedangkan Impact menempatkan kebermanfaatan sebagai ukuran gerakan.
Dalam konteks menuju Kongres, PW IPPNU Jawa Timur juga mendorong agar pembahasan tidak berhenti pada dinamika pergantian kepemimpinan. Kongres dipandang sebagai momentum untuk membicarakan arah kaderisasi, pengembangan kapasitas pelajar putri, transformasi digital, inovasi organisasi, serta keberlanjutan gerakan IPPNU.
Menurut Aprilia, hubungan PW dan PC juga perlu dibangun bukan semata sebagai hubungan struktural, tetapi sebagai ekosistem gerakan. PW berperan sebagai pengarah, penghubung, pendamping, dan penguat, sementara cabang memiliki ruang untuk mengembangkan inovasi sesuai karakter dan kebutuhan daerah masing-masing.

Sebelum memasuki forum strategis, rangkaian Rapimwil diawali New Horizons Connect pada Sabtu (10/10). Agenda tersebut diisi New Horizons Spiritual Night berupa istighotsah, tahlil, doa bersama, serta refleksi untuk mengenang perjuangan tokoh-tokoh yang memiliki jejak penting bagi perjalanan IPPNU.
Rangkaian forum kemudian berlanjut dengan agenda strategis dan orasi forum bersama Prof. Dr. Hj. Evy Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. sebagai bagian dari upaya memperkaya perspektif kader dalam membaca perubahan dan menentukan arah gerakan.
Melalui keterlibatan 44 cabang, PW IPPNU Jawa Timur ingin memastikan bahwa agenda menuju Kongres memiliki pijakan yang lebih partisipatif dan berangkat dari realitas organisasi di daerah.
Bagi IPPNU Jawa Timur, Kongres bukan hanya tentang menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi tentang menentukan ke mana organisasi akan bergerak. Sebab, masa depan IPPNU tidak cukup diwariskan ia harus dirumuskan, diperjuangkan, dan diciptakan bersama.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.