NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, NU Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Ziarah Masyayikh dan Muassis NU se-Kabupaten Ngawi pada Sabtu (10/10/2026).
Agenda ini digelar bersama jajaran pengurus PCNU dan badan otonom (Banom) serta Lembaga.
Kegiatan spiritual ini diikuti serentak oleh 19 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Ngawi.
Mereka mengikuti kegiatan ini sebagai sarana mengokohkan khidmah, meneladani nilai perjuangan para pendahulu, serta membumikan gerakan kemandirian umat melalui NU Care LAZISNU.
Baca juga: KH Tugiono Bashori Sambut HSN 2026 di Pengajian Muslimat NU Widodaren Ngawi
Sorotan
Sambut Hari Santri Nasional 2026
Tahlil dan Pemotongan Tumpeng

Rangkaian acara untuk menyambut Hari Santri ini diawali secara khidmat di Masjid Lintang Songo Kantor PCNU, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan tahlil lengkap yang dipimpin oleh KH. Dimyati dari jajaran Syuriyah PCNU, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Muhammad Wahib untuk memohon keberkahan.
Sebagai wujud rasa syukur atas terselenggaranya agenda HSN 2026 ini, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ngawi, KH. Rudi Tri Wahid.
Potongan tumpengnya kemudian diserahkan langsung kepada KH. Dimyati bersama jajaran Syuriyah.
Pada pukul 08.44 WIB prosesi tumpengan usai, dan tepat pukul 09.00 WIB rombongan ziarah PCNU Ngawi bertolak menggunakan dua armada mobil menuju titik-titik makam masyayikh.
Wujud Syukur
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ngawi, KH. Rudi Tri Wahid, menegaskan bahwa ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para penggerak NU di Ngawi.
“Acara ini sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT dan kepada pendahulu kita para muassis. Penggerak NU di Kabupaten Ngawi patut kita syukuri,” tutur KH. Rudi Tri Wahid.
“Dengan ziarah dan doa kita, mudah-mudahan beliau mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT dan tersenyum merestui apa yang kita lakukan untuk meneruskan perjuangan beliau menggerakkan roda NU,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, ke depan pemetaan titik ziarah akan terus disempurnakan berdasarkan kriteria penggerak NU di Ngawi.
“Masyayikh kita sangat banyak, jadi yang kita ziarahi hari ini adalah representasi dari para masyayikh. Ke depan harus kita pastikan ketepatannya.
“Seperti Mbah Yai Rusdi Watualang yang pernah menjadi Rais Syuriyah, serta Mbah Muhammad Bakrie yang pernah menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi, itu wajib masuk dalam titik ziarah,” jelasnya.
Menyusuri Jejak Perjuangan Masyayikh Ngawi

Adapun rombongan PCNU dan NU-Care LAZISNU Ngawi menyisir sejumlah makam ulama dan tokoh pejuang NU di wilayah Kabupaten Ngawi, di antaranya:
- KH. Abdurrahman (Kembangan, Beran)
- KH. Abdul Mukti (Wareng, Beran)
- KH. Nursalim (Benteng Pendem, Pelem)
- Masyayikh Kompleks Kauman Masjid Agung Baiturrahman Ngawi
- Mbah Yai Rusdi (Watualang)
- KH. Muh. Siroj (Ngale, Paron)
Baca juga: Lailatul Ijtima PRNU Kauman Widodaren Ngawi, Gus Habib Bahaudin Ajak Jamaah Cerdas Satu Komando
Perkuat Khidmah dan Kemandirian Umat
Keterlibatan aktif NU-Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi dalam kegiatan Hari Santri 2026 mempertegas komitmen lembaga dalam mengawal nilai-nilai keumatan yang telah dicontohkan para muassis.
Ketua NU-Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi, Kiai Hasim, menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi bahan bakar spiritual bagi LAZISNU untuk terus bergerak melayani masyarakat.
“Melalui momentum Ziarah Masyayikh HSN 2026 ini, NU-Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus menyambung sanad perjuangan para kiai,” ujar Kiai Hasim.
“Lahirnya NU dan LAZISNU adalah untuk mengabdi kepada umat. Spirit dan kepedulian dari para muassis inilah yang menjadi pendorong kami di LAZISNU untuk terus bergerak melayani masyarakat, mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, serta menguatkan kemandirian warga Nahdliyin di Kabupaten Ngawi,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan seluruh jajaran lembaga, banom, hingga 19 MWCNU se-Kabupaten Ngawi, peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini diharapkan membawa keberkahan dan memperkuat kebersamaan warga Nahdliyin Ngawi.(QONY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.