MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mengembangkan potensi pangan lokal berbasis riset terus dilakukan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB). Salah satunya melalui penguatan kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang saat ini mengkaji potensi labu siam (Sechium edule) sebagai sumber pangan lokal bernilai tambah.
Kolaborasi tersebut semakin diperkuat melalui kunjungan akademik dosen FTAB UB, Dr. Jhauharotul Muchlisyiyah, S.TP., M.P., ke Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN pada 27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dosen Berkarya (DOKAR) Universitas Brawijaya 2026 Skema A – Joint Research and Publication (JRP). Program ini menjadi wadah bagi dosen dan periset untuk membangun kerja sama riset sekaligus memperkuat publikasi ilmiah lintas institusi.
Baca juga: Ikut KTNA Agro Expo 2026, Lepet Jagung Karya Nining Kusmiati Angkat Potensi Pangan Lokal Batu
Dalam kunjungan tersebut, Jhauharotul Muchlisyiyah diterima Lia Ratnawati, S.T.P., M.Si., peneliti Kelompok Penelitian TTG Proses Pangan dan Gizi PRTP BRIN, bersama Achmat Syarifudin selaku Ketua Kelompok Riset Teknologi Hijau Proses Modifikasi Polisakarida.
Pertemuan tersebut turut didampingi Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Dr. Ir. Hens Saputra, M.Eng., IPU.
Diskusi membahas perkembangan riset bersama UB dan BRIN yang saat ini berfokus pada eksplorasi labu siam. Komoditas tersebut dipilih karena tumbuh melimpah di kawasan UB Forest, Malang, namun pemanfaatannya sebagai sumber pangan masih belum optimal.
Melalui pendekatan ilmu pangan dan teknologi proses, labu siam tidak hanya dilihat sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan pangan lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Riset kolaboratif tersebut telah menghasilkan sejumlah luaran ilmiah. Di antaranya publikasi prosiding terindeks yang membahas karakteristik fisikokimia labu siam.
Selain itu, hasil eksplorasi juga telah dituangkan dalam buku ber-ISBN berjudul “Eksplorasi Labu Siam (Sechium edule): Sumber Daya Pangan Lokal Kaya Manfaat” yang diterbitkan Penerbit Insight Mediatama pada 2026.
Tidak berhenti pada luaran tersebut, tim peneliti juga tengah menyiapkan naskah artikel lanjutan untuk diarahkan pada publikasi di jurnal internasional.
Perkuat Landasan Kerja Sama UB-BRIN
Momentum penting dalam kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara FTAB UB dan PRTP BRIN.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani Dr. Jhauharotul Muchlisyiyah mewakili FTAB UB dan Lia Ratnawati mewakili PRTP BRIN.
Penandatanganan IA menjadi landasan formal bagi keberlanjutan kerja sama riset kedua institusi. Kesepakatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam mengembangkan sumber daya pangan lokal melalui pendekatan sains dan teknologi.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada eksplorasi labu siam. Ke depan, kolaborasi FTAB UB dan PRTP BRIN ditargetkan berkembang menjadi kemitraan riset jangka panjang yang mencakup bidang teknologi proses polimer dan karbohidrat.
Pengembangan tersebut sejalan dengan kepakaran PRTP BRIN dalam teknologi proses pangan dan bahan.
Dengan demikian, hasil riset diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengembangan produk pangan lokal yang memiliki nilai tambah.
Dukung Pangan Lokal dan SDGs
Kolaborasi UB dan BRIN tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemanfaatan potensi labu siam yang tumbuh di kawasan UB Forest, misalnya, dapat dikaitkan dengan SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, terutama melalui peluang peningkatan nilai ekonomi sumber daya pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dari sisi kesehatan, pengembangan labu siam sebagai sumber pangan bergizi juga berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Sementara penguatan riset, pendidikan, dan publikasi ilmiah mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Potensi hilirisasi hasil penelitian menjadi produk pangan bernilai tambah juga relevan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Adapun kerja sama antara FTAB UB dan PRTP BRIN secara langsung mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi riset lintas institusi.
Melalui penandatanganan Implementation Agreement tersebut, FTAB UB dan PRTP BRIN diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kolaborasi serta memperluas cakupan penelitian.
Riset labu siam yang berangkat dari potensi lokal UB Forest pun diharapkan dapat terus berkembang menjadi berbagai luaran ilmiah dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pangan lokal Indonesia.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.