Langsung ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Menteri PPPA Arifah Raih Penghargaan Perempuan Berbakti 2026, Ning Lia: Makin Berdaya dan Menginspirasi

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Hj.

Senator DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama memberikan apresiasi atas diraihnya penghargaan Perempuan Berbakti 2026 oleh Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi, yang dinilai semakin menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan berkarya.

Senator DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama memberikan apresiasi atas diraihnya penghargaan Perempuan Berbakti 2026 oleh Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi, yang dinilai semakin menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan berkarya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, mendapat apresiasi melalui penghargaan Perempuan Berbakti 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan perempuan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga bangsa.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, turut menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima Arifah Fauzi. Menurut Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi perempuan yang terus mengambil peran dalam berbagai bidang.

Baca juga: SD Almaarif 2 Singosari Gelar Bimtek Deklarasi dan MOU Sekolah Ramah Anak Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Baca juga: Serial Sri Untari Bisowarno dengan Wanita-Wanita Hebat di Balik Sepak Terjangnya, Episode 1: Meneladani Ken Dedes, Perempuan Visioner yang Menginspirasi Peradaban Nusantara

Arifah Fauzi meraih penghargaan pada kategori Women of Excellence in Inspirational Leadership for the Nation yang diberikan oleh Corporate Forum for CSR Development.

“Selamat kepada Ibu Hj. Arifah Choiri Fauzi atas penghargaan Perempuan Berbakti 2026. Semoga penghargaan ini semakin menguatkan langkah dan pengabdian untuk perempuan, keluarga, masyarakat, dan negeri,” ujar Ning Lia.

Menurut Senator Jawa Timur tersebut, penghargaan terhadap perempuan inspiratif tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan dapat menjadi pemantik bagi semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran di ruang publik dan menghadirkan manfaat di lingkungan masing-masing.

Perempuan Jadi Penggerak Perubahan

Ning Lia menilai pemberdayaan perempuan membutuhkan kerja bersama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, hingga keluarga.

Karena itu, semakin banyak perempuan yang memperoleh ruang untuk berkembang dan berkontribusi dinilai akan memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan secara luas.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan yang kerap disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam berbagai kesempatan. Arifah menekankan pentingnya perempuan menjadi bagian dari perubahan, baik yang dimulai dari lingkungan keluarga maupun yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

Iklan

Saat membuka Women’s Inspiration Award 2026, Arifah menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan.

Bagi Ning Lia, pemikiran tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu harus dimulai dari ruang yang besar. Perubahan dapat tumbuh dari keluarga, komunitas, lingkungan kerja, organisasi sosial, hingga ruang pengambilan kebijakan.

“Semoga menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan manfaat. Pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberikan dampak yang lebih luas,” kata Ning Lia.

Rekam Jejak Arifah di Muslimat NU

Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 tersebut sekaligus menambah ruang apresiasi terhadap kiprah Arifah Fauzi dalam pemberdayaan perempuan.

Selain menjalankan tugas sebagai Menteri PPPA, Arifah dipercaya memimpin PP Muslimat NU periode 2025–2030 setelah terpilih dalam Kongres XVIII Muslimat NU yang berlangsung di Surabaya pada Februari 2025.

Posisi tersebut menempatkan Arifah pada dua ruang pengabdian sekaligus, yakni pemerintahan melalui Kementerian PPPA dan organisasi kemasyarakatan melalui Muslimat NU.

Ning Lia memandang pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi yang lebih luas dalam mendorong perempuan agar semakin aktif mengambil peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, ruang pengabdian perempuan sangat luas. Mulai dari keluarga, pendidikan, sosial kemasyarakatan, ekonomi, organisasi, hingga pemerintahan.

Iklan

“Penghargaan ini bukan sekadar tentang capaian personal, tetapi juga menjadi energi positif agar semakin banyak perempuan percaya bahwa dirinya mampu berkontribusi dan memberikan manfaat,” tutur Ning Lia.

Penguatan Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan

Ning Lia menambahkan, agenda pemberdayaan perempuan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah memiliki peran dalam menghadirkan kebijakan dan perlindungan, sementara dunia usaha, masyarakat sipil, organisasi perempuan, media, serta keluarga dapat memperkuat implementasinya di lapangan.

Menurutnya, perempuan akan semakin berdaya ketika memiliki akses terhadap pendidikan, kesempatan ekonomi, ruang partisipasi, perlindungan, serta lingkungan yang aman untuk berkembang.

Karena itu, apresiasi terhadap sosok perempuan inspiratif seperti Arifah Fauzi diharapkan tidak berhenti pada seremoni penghargaan.

Sebaliknya, penghargaan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kerja pemberdayaan perempuan harus terus dilanjutkan dan diperluas.

“Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 menjadi energi baru bagi perempuan untuk terus mengambil peran, memperluas manfaat, serta menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.

Bagi Ning Lia, semakin banyak perempuan yang berdaya dan berani mengambil peran akan semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk keluarga, masyarakat, dan Indonesia.

Ia berharap penghargaan yang diterima Arifah Fauzi dapat menjadi inspirasi bagi perempuan di berbagai daerah untuk terus berkarya tanpa kehilangan akar pengabdian dan kepedulian sosial.

Dengan semangat tersebut, perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai bagian penting dari penggerak perubahan dan pembangunan bangsa.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.