Langsung ke konten
Sabtu, 3 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Jumat Berkah di Kedungkandang, Babinsa Bumiayu Bersama Warga Berbagi Ratusan Makanan

Aksi sosial yang dikemas dalam program Jumat Berkah ini menyasar masyarakat umum sebagai wujud nyata kepedulian antarsesama sekaligus langkah konkret dalam

Babinsa Bumiayu Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Aris, bersama warga dan pemuda setempat membagikan paket makanan kepada pengendara motor dalam aksi sosial Jumat Berkah di kawasan Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (2/10).

Babinsa Bumiayu Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Aris, bersama warga dan pemuda setempat membagikan paket makanan kepada pengendara motor dalam aksi sosial Jumat Berkah di kawasan Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (2/10). (Foto: Tim Babinsa, Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Jumat pagi (02/10). Anggota Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Aris, turun langsung ke jalan bersama masyarakat serta tokoh pemuda setempat guna membagikan puluhan paket makanan siap santap kepada pengendara maupun warga sekitar yang tengah melintas.

Aksi sosial yang dikemas dalam program Jumat Berkah ini menyasar masyarakat umum sebagai wujud nyata kepedulian antarsesama sekaligus langkah konkret dalam merawat tradisi gotong royong di lingkungan warga.
Koptu Aris mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja diinisiasi bersama pemuda dan warga sekitar agar semangat kepedulian tidak pernah luntur dari kehidupan bertetangga.

“Jumat Berkah ini kami laksanakan bersama warga dan para pemuda. Harapan kami tentu agar rasa empati, semangat berbagi, dan sikap saling membantu terus berakar kuat di tengah-tengah masyarakat,” ujar Koptu Aris di sela-sela pembagian makanan.

Iklan

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Baca juga: Perayaan Lima Tahun Anniversary Komunitas Jumat Berkah dan Santunan Yatim Piatu dengan Tema Berkarya untuk Bangsa

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan para generasi muda memegang peranan krusial, mulai dari tahap penyiapan bungkusan makanan hingga penyalurannya di lapangan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini membuktikan bahwa gerakan kepedulian sosial akan berjalan jauh lebih efektif manakala seluruh elemen lingkungan bersedia ambil bagian.

Iklan

Tak sekadar menjadi ajang bagi-bagi rezeki, Koptu Aris menjelaskan bahwa momen tersebut sekaligus dimanfaatkannya sebagai wadah silaturahmi dua arah. Melalui sapaan hangat kepada warga, Babinsa dapat mendengar langsung aspirasi, keluhan, hingga kondisi terkini lingkungan sekitar dari penuturan para warga.

Menutup keterangannya, Koptu Aris berharap agenda sosial penuh manfaat ini dapat terus bergulir secara berkelanjutan di masa mendatang dengan menggandeng partisipasi komunitas serta unsur masyarakat yang lebih luas lagi. (JSN)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.