Langsung ke konten
Kamis, 1 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Nasional

Kawal Pembangunan Berkelanjutan, Senator Lia Istifhama Tegaskan Pentingnya PPHN Demi Masa Depan Generasi Muda

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menyatakan bahwa PPHN memegang peranan krusial sebagai pedoman strategis agar arah pembangunan bangsa tidak

Anggota DPD RI Jawa Timur Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) menerima piagam penghargaan sebagai narasumber seusai memaparkan pentingnya arah pembangunan berkelanjutan dan literasi ketatanegaraan bagi publik.

Anggota DPD RI Jawa Timur Dr. Lia Istifhama (Ning Lia) menerima piagam penghargaan sebagai narasumber seusai memaparkan pentingnya arah pembangunan berkelanjutan dan literasi ketatanegaraan bagi publik. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Perdebatan seputar Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kembali mencuat ke permukaan panggung ketatanegaraan Indonesia. Di tengah diskursus regulasi yang sarat istilah teknokratis, Anggota DPD RI terpilih asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, tampil membumikan isu tersebut agar dapat dimengerti dengan gamblang oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menyatakan bahwa PPHN memegang peranan krusial sebagai pedoman strategis agar arah pembangunan bangsa tidak terputus di tengah jalan hanya karena adanya suksesi kepemimpinan politik. Ia mengingatkan agar agenda strategis bangsa yang telah dirintis tidak lantas kembali ke titik nol setiap kali berganti presiden.

“Jangan sampai ketika berganti presiden, pembangunan yang sudah dirancang kemudian tidak dilanjutkan. Di situlah pentingnya PPHN,” tegas Ning Lia saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo.

Baca juga: Pemkab Madiun Gelar Sosialisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029

Baca juga: JAWARA Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, Refleksi Hari Jadi ke 1097 Nilai Pembangunan 8–8,5

Iklan

Doktor Ekonomi Syariah jebolan UIN Sunan Ampel Surabaya itu menguraikan bahwa sistem perencanaan pembangunan sejatinya sudah diatur dalam UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 dan diperkuat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Namun, Ning Lia menilai kehadiran PPHN tetap sangat dibutuhkan untuk mengisi ruang haluan strategis bangsa yang selaras dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 secara berkesinambungan.

Dalam pandangannya, Ning Lia memaparkan bahwa sektor-sektor fundamental seperti transformasi ekonomi, ketahanan pangan, energi, pendidikan, hingga pembangunan sumber daya manusia membutuhkan kepastian kebijakan lintas periode kepresidenan. Ia berpendapat bahwa pergantian tampuk kekuasaan memang keniscayaan demokrasi, tetapi pondasi pembangunan jangka panjang tidak boleh goyah oleh pergantian rezim.

“Pembangunan jangka panjang merupakan agenda negara yang dampaknya akan dirasakan lintas pemerintahan dan lintas generasi. Pembangunan yang dirancang hari ini bukan hanya untuk mereka yang sedang memegang jabatan, tetapi juga untuk generasi yang akan menerima hasilnya di masa depan,” imbuhnya dengan lugas.

Peraih suara terbanyak perempuan non-petahana se-Indonesia dengan perolehan lebih dari 2,7 juta suara itu pun mengajak anak muda untuk meningkatkan literasi ketatanegaraan dan tidak bersikap apatis. Wakil Ketua Fatayat NU Jatim yang kerap dijuluki Senator Idola Gen Z tersebut menegaskan bahwa keterlibatan kaum muda sangat menentukan masa depan bangsa.

“Saya ingin generasi yang lebih muda dari saya lebih proaktif mengambil peran, harus lebih speak up,” pungkas Ning Lia seraya mengajak generasi penerus ikut mengawal setiap kebijakan publik yang berdampak langsung pada masa depan mereka. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.