Langsung ke konten
Rabu, 30 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Kolom

Dukungan lintas kalangan menguat, Gus Gudfan sosok tepat untuk Sekjen PBNU

Dalam konteks tersebut, Gus Gudfan Arif Ghofur memiliki modal yang relevan. Pertama, pengalaman di lingkungan NU dan jejaring pesantren.

Gus Gudfan Arif Ghofur disambut antusias oleh para kader muda dan aktivis mahasiswa saat menghadiri agenda konsolidasi organisasi, mencerminkan kuatnya dukungan lintas generasi untuk peran strategisnya di PBNU.

Gus Gudfan Arif Ghofur disambut antusias oleh para kader muda dan aktivis mahasiswa saat menghadiri agenda konsolidasi organisasi, mencerminkan kuatnya dukungan lintas generasi untuk peran strategisnya di PBNU. (Foto: Istimewa)

OPINI | JATIMSATUNEWS.COM: Pasca-Muktamar ke-35 Tambakberas Jombang, NU memasuki fase baru. Kontestasi telah selesai. Kini tantangan terbesarnya adalah bagaimana seluruh energi, jaringan, dan sumber daya organisasi kembali dipersatukan untuk menjalankan mandat Muktamar.

Karena itu, Sekretaris Jenderal PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Posisi ini membutuhkan figur yang memahami kultur NU, memiliki kemampuan komunikasi luas, serta mampu menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja bersama.

Dalam konteks tersebut, Gus Gudfan Arif Ghofur memiliki modal yang relevan.

Baca juga: Tidak Ikut Demo, Jawara Technoprenure dari SMAN 1 Turen Malah Akui Dukungan Kepala Sekolah MALANG I JATIMSATUNEWS.COM: Pernah viral medio 17 Oktober 2022, SMAN 1 Turen justru mengukir prestasi berturut sesudahnya, antara lain juara UKBI dan terkini menjadi juara 1 ajang SMA Award kategori Technoprenure 16 Desember lalu. Adalah Fadlih pemuda yang mewakili 3 rekannya menerima Anugerah itu dari tangan Gubernur Jatim Khofifah. Menjadi puncak capaian tertingginya atas segala proses menuntut ilmu dan berusaha menorehkan prestasi yang pernah dilakukan selama menjadi siswa di SMAN 1 Turen. “Lomba technopreneur saya ikuti bersama dengan 2 teman lain dari SMAN 1 Turen yakni Najwa Nur Sabrina (XI MIPA 1) dan Ruth Benedicta Susanto (XI MIPA 1). Karena yanh boleh mewakili hanya satu maka sayalah yang berangkat, karena kebetulan saya laki-laki, jadi lebih mudah keluar rumah nginap-nginap,” tutur Fadlih menceritakan pengalamannya berangkat menuju Shangrila menerima Anugerah juara SMA award pada Jatim Satu News, Senin 18/12/2022 Selanjutnya dia juga menceritakan proses sebelum berhasil meraih anugerah. Selanjutnya dia juga menceritakan tahap memperoleh kemenangan atas karyanya Design In. “Awal pengumpulan karya berupa proposal dan video pada tanggal 04 Oktober 2022, Pengumuman 5 besar tanggal 14 November 2022, Babak final tanggal 06 Desember 2022 bertempat di Ruang Rapat Bidang PPSMA, Gedung B lantai 1 Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Jl. Gentengkali 33 Surabaya. Terdapat 3 juri yang menguji rancangan bisnis kami,” cetus Fadlih. “Kami berangkat bertiga saat itu didampingi bu Desi juga, Pengumuman 3 besar tanggal 13 Desember 2022, dan saya mewakili kawan-kawan menerima hadiah kemarin,” ungkap Fadlih. Menceritakan kesibukannya, dia mengaku hanya fokus dengan pelajaran dan kejuaraan selama ini. Tidak mengamati kejadian di luar kegiatan itu termasuk demo yang pernah vital. “Waktu Itu saya sedang berada di luar sekolah, ikut kegiatan double track, lomba juga bersama bu Eny, ” tutur Fadlih dengan mata menerawang mengingat-ingat. Selanjutnya dia menyatakan memang tidak ikut demo yang ditujukan kepada kepala sekolahnya Eny Retno Diwati dengan tuduhan Arogan. “Iya saya tidak ikut demo waktu itu. Justru saya sedang bersama Bu Eny kegiatan SMA Double Track di Tunjangan Plaza, menuju pulang,” kisahnya. Diketahui, SMA double track adalah SMA yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan dengan memanfaatkan kearifan lokal. Mengenai sosok Kepala Sekolahnya yang didemo dia tidak mengeluhkan apapun. Justru dia mendapatkan dukungan penuh motivasi, fasilitasi dan pendampingan selama mengikuti berbagi lomba, termasuk Technoprenure. “Bu Eny tak henti memberi motivasi dan support mewujudkan impian menjadi juara. Misal disamping mendapatkan bimbingan dari guru sekolah bu Eny juga menugaskan guru pendamping dari luar sekolah dan memfasilitasi apapun yang kami butuhkan mulai pendaftaran hingga menang kemarin, ” jelas Fadlih. Dia bahagia dengan hasil kemenangannya, berterima kasih kepada Civitas sekolah yang tak henti memberi dukungan. Kawan sesama siswa, guru pembimbing, guru pendamping, semen termasuk Kepala Sekolah. “Alhamdulillah, capaian ini berkat dukungan dari banyak pihak. Saya tidak akan bisa memperoleh kalau maju sendiri. Terimakasih dukungan kawan-kawan siswa, guru pembimbing, guru pendamping, asisten men mengajar, Asmen dan tentu saja termasuk Kepala Sekolah, Ibu Eny Retno Diwati, ” ungkap Fadlih. (Ans)

Baca juga: Tambakberas Memanggil: Bermujahadah Bersama Sang Muassis

Pertama, pengalaman di lingkungan NU dan jejaring pesantren.

Gus Gudfan bukan figur yang hadir secara tiba-tiba. Pengalamannya di berbagai lingkungan organisasi NU dan pesantren memberinya pemahaman terhadap NU sebagai struktur sekaligus kultur.

Modal ini penting karena NU dihuni oleh lintas generasi. Ada para kiai dan masyayikh, pengasuh pesantren, kader senior, hingga generasi muda yang tumbuh dalam ruang digital dan profesional.

Iklan

Gus Gudfan memiliki ruang komunikasi dan dukungan dari berbagai kelompok tersebut. Ia dapat berdialog dengan generasi muda tanpa kehilangan kedekatan dengan kalangan senior dan pesantren.

Kedua, kemampuan komunikasi struktural dan kultural.

Keputusan PBNU harus dapat diterjemahkan sampai PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, dan struktur di bawahnya. Pada saat yang sama, aspirasi dari daerah, pesantren, kader, dan jamaah juga membutuhkan saluran yang efektif menuju pusat.

Di sinilah kemampuan komunikasi menjadi penting.

Gus Gudfan memiliki pengalaman berinteraksi dengan berbagai simpul NU, sehingga dapat memainkan peran sebagai penghubung antara keputusan organisasi dan realitas di lapangan.

Ketiga, jejaring yang memungkinkan terbukanya ruang konsolidasi.

NU memiliki jaringan yang sangat luas dan beragam. Karena itu, Sekjen membutuhkan kemampuan membangun komunikasi tanpa terjebak pada sekat kelompok.

Gus Gudfan memiliki modal jejaring yang cukup luas untuk berinteraksi dengan berbagai unsur, baik di lingkungan struktural maupun kultural. Karakter inilah yang relevan untuk membawa NU memasuki fase konsolidasi setelah Muktamar.

Dukungan agar Gus Gudfan mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PBNU pun semakin menguat di sejumlah kalangan, baik lintas generasi maupun antara unsur struktural dan kultural.

Iklan

Dari kalangan muda hingga senior, dari jaringan organisasi hingga pesantren, mulai muncul pandangan yang sama bahwa PBNU membutuhkan figur yang dapat diterima secara luas dan mampu bekerja melampaui sekat-sekat kepentingan.

Tentu, keputusan mengenai struktur PBNU merupakan kewenangan kepemimpinan hasil Muktamar. Namun, kebutuhan organisasi tetap harus menjadi pertimbangan utama.

NU membutuhkan Sekjen yang memahami tradisi, mampu membaca perubahan, terbuka terhadap berbagai kalangan, dan sanggup mengubah mandat organisasi menjadi kerja nyata.

Dalam konteks itulah Gus Gudfan adalah sosok yang kuat untuk mengemban amanah Sekretaris Jenderal PBNU.

Kontestasi telah selesai. Saatnya konsolidasi.

Dan konsolidasi membutuhkan figur yang mampu membuat berbagai simpul NU kembali berbicara dalam satu bahasa: pengabdian dan kerja organisasi.

Oleh: Achmad Baha’ur Rifqi
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.