Langsung ke konten
Sabtu, 26 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

FKPQ Jatim Bekali Guru Ngaji Public Speaking dan AI: Saatnya Jadi Influencer Al-Qur’an

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Jawa Timur resmi menggebrak era digital dengan membekali para pengurus dan guru

Jajaran pengurus FKPQ Jawa Timur dan para peserta berpose bersama dalam pembukaan Workshop Intensif Digital Dakwah & Personal Branding di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Jajaran pengurus FKPQ Jawa Timur dan para peserta berpose bersama dalam pembukaan Workshop Intensif Digital Dakwah & Personal Branding di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Istimewa)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Jawa Timur resmi menggebrak era digital dengan membekali para pengurus dan guru ngaji keahlian public speaking, personal branding, hingga penguasaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk dakwah kekinian. Terobosan ini ditandai lewat pembukaan Workshop Intensif Digital Dakwah & Personal Branding yang dihelat di Pesantren Digipreneur Al Yasmin pada 26–27 September 2026.

Ketua FKPQ Jawa Timur, KH Abdul Aziz, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi nyata hasil Rakerwil dalam merespons dinamika zaman. Ia menyatakan bahwa potensi besar sekitar 46 ribu TPQ aktif di EMIS hingga lebih dari 70 ribu TPQ di lapangan memerlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi.

Menurut KH Abdul Aziz, guru ngaji hari ini tidak boleh lagi gagap teknologi di tengah arus informasi yang serbacepat. Ia mengingatkan agar para peserta tidak sekadar datang dan menggugurkan kewajiban seremonial belaka.

Baca juga: Gaduh Penganiayaan di Desa Balearjo, Warga Laporkan Seorang Guru Ngaji ke Polres Malang

Baca juga: Ribuan Guru Ngaji Jatim Silaturahmi, BKPRMI Luncurkan AGNIA

“Guru harus melek digital. Jangan sampai peserta sekadar hadir, tetapi harus benar-benar mengikuti proses sampai mampu mempraktikkan ilmu yang diperoleh di ruang dakwah masing-masing,” seru KH Abdul Aziz saat membuka acara.

Ia juga menyisipkan harapan agar pemerintah daerah semakin memperhatikan kesejahteraan para garda terdepan pendidikan Al-Qur’an tersebut melalui penguatan insentif guru ngaji di Jawa Timur.

Senada dengan hal itu, Ketua Tim Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Jawa Timur, KH Lukman Hakim, menyampaikan bahwa inisiatif ini sangat selaras dengan instruksi transformasi digital pesantren dari Kementerian Agama. Mewakili jajaran Pekapontren, ia menyoroti fenomena anak muda yang setiap detiknya terpapar algoritma media sosial dengan konten yang kerap kali tidak mendidik.

Iklan

Ia pun melontarkan pertanyaan menohok kepada seluruh peserta agar tersadar akan pentingnya merebut panggung di dunia maya.
“Kalau para ustadz diam, siapa yang akan mengisi ruang digital?” tanya KH Lukman Hakim penuh retorika.

Ia menekankan bahwa guru ngaji masa kini dituntut tidak hanya berdiri di atas mimbar musala atau ruang kelas TPQ, melainkan harus bertransformasi menjadi *influencer* Al-Qur’an yang mewarnai lini masa anak muda dengan tartil, qiraah, kaligrafi, hingga ilmu agama yang mencerahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Tim LPQ Jatim turut mendorong optimalisasi laman LPQJatim.id agar pendataan potensi, metode pembelajaran, dan kebutuhan riil lembaga Al-Qur’an dapat terintegrasi secara profesional berbasis data. Melalui pelatihan intensif ini, FKPQ Jatim berharap kepulangan para peserta ke daerah masing-masing menjadi titik awal lahirnya gelombang baru kreator dakwah Al-Qur’an di jagat maya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.