MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memelihara toleransi dan menjaga kondusifitas wilayah perkotaan terus diwujudkan aparat teritorial melalui pengamanan langsung di berbagai titik fasilitas publik.
Memastikan kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam beraktivitas, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kotalama Koramil 0833-02/Kedungkandang, Koptu Eko, menggelar patroli pemantauan di kawasan cagar budaya sekaligus rumah ibadah Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, pada Sabtu (26/09/2026).
Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan secara terpadu bersama aparat kepolisian serta unsur satuan pengamanan setempat ini bertujuan untuk memetakan situasi lapangan secara langsung sekaligus menjalin komunikasi aktif dengan pengurus dan warga sekitar tempat ibadah.
Baca juga: TMMD 129 Bulu Lor Laksanakan Program Unggulan TNI AD, Kerja Bakti Skala Besar di Dua Tempat Ibadah
Sembari berkeliling di area pelataran klenteng, Koptu Eko berdialog hangat bersama petugas jaga guna mengantisipasi setiap potensi kerawanan sejak dini.
“Patroli bukan hanya untuk melihat kondisi wilayah, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat. Dengan saling peduli dan menjaga lingkungan bersama, suasana aman dan nyaman dapat terus terpelihara,” tutur Koptu Eko saat berbincang dengan petugas pengamanan setempat.
Koptu Eko menerangkan bahwa dinamika aktivitas di kawasan tempat ibadah yang multikultural membutuhkan perhatian khusus agar kenyamanan para jemaat maupun wisatawan yang berkunjung tetap terjamin. Menurutnya, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan akan jauh lebih efektif bila dilandasi sinergi yang kuat antara aparat kewilayahan dengan seluruh elemen masyarakat di tingkat bawah.
Pendekatan dialogis yang dikedepankan jajaran Koramil 0833-02/Kedungkandang ini mencerminkan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Kota Malang. Melalui pemantauan rutin dan komunikasi dua arah yang terjaga harmonis, kawasan Kotalama diharapkan senantiasa berada dalam situasi yang aman, tertib, dan damai.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.