Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Dosen FTAB UB Hibahkan Smart Vacuum Sealer untuk UMKM di Situbondo

Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) terus menunjukkan kontribusi nyata

Tim dosen dan mahasiswa FTAB UB memandu pelaku UMKM Situbondo mempraktikkan penggunaan mesin Smart Vacuum Sealer pada sesi pelatihan pengemasan olahan laut.

Tim dosen dan mahasiswa FTAB UB memandu pelaku UMKM Situbondo mempraktikkan penggunaan mesin Smart Vacuum Sealer pada sesi pelatihan pengemasan olahan laut. (Foto: Humas FTAB UB)

SITUBONDO | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) terus menunjukkan kontribusi nyata dalam memberdayakan pelaku usaha mikro di Jawa Timur. Lewat Program Dosen Berkarya (Dokar) 2026, tim dosen UB menghibahkan sekaligus melatih para pelaku UMKM mengoperasikan inovasi mesin Smart Vacuum Sealer di Kabupaten Situbondo.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini digawangi oleh Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Prof. Dr. Sucipto, STP, MP, IPU, serta melibatkan mahasiswa FTAB UB dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo beserta Paguyuban Mamikasi.

Ketua Tim Pengabdian, Nur Lailatul Rahmah, menjelaskan bahwa kehadiran alat ini dilatarbelakangi kendala pascapanen yang dihadapi perajin olahan laut di pesisir Situbondo. Menurutnya, potensi produk lokal seperti bakso ikan, dimsum, hingga sambal ikan sangat bernilai ekonomi tinggi, namun sering terkendala daya simpan yang singkat akibat teknologi pengemasan konvensional.

Baca juga: Kalahkan PTN, UMM Sabet Peringkat 1 Kampus Paling Berkelanjutan Se-Malang Raya di UI GreenMetric 2026

Baca juga: Dekan FTIK UIN Malang: ICIED 2026 Dorong Pendidikan Inklusif, Berkelanjutan, dan Terhubung

“Inovasi mesin vacuum sealer yang kami hadirkan ini dilengkapi pencatat durasi kerja pompa vakum secara aktual, sehingga pelaku usaha dapat melakukan perawatan preventif dan jadwal pergantian oli mesin secara presisi demi menjaga performanya,” papar Nur Lailatul. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, hingga kemitraan kelembagaan.

Pelatihan yang menyasar 20 pelaku usaha tersebut disambut antusias oleh Ketua Paguyuban Mamikasi, Muzayana. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena edukasi dan alat yang diberikan sangat membantu meningkatkan mutu kemasan produk anggota paguyuban yang sebelumnya masih mengandalkan mesin segel portabel.

Iklan

Senada dengan itu, Ayu, salah satu produsen bakso ikan lokal, mengaku sangat terbantu dengan teknologi anyar tersebut. Dirinya menuturkan bahwa selama ini kapasitas produksinya mencapai ribuan butir per hari dan kerap terkendala mesin pengemas yang cepat rusak, sehingga teknologi baru ini diyakini mampu menjaga efisiensi produksi.

Tak hanya serah terima mesin, tim UB turut membekali para peserta dengan modul teknik pelabelan kemasan, keamanan pangan, hingga pengurusan sertifikasi halal. Inovasi ini ditargetkan mampu memperpanjang masa simpan produk olahan laut 3 hingga 5 kali lebih lama dengan tampilan kemasan yang lebih higienis dan berdaya saing di pasar modern.

Apresiasi tinggi turut disampaikan Kepala Diskoperindag Kabupaten Situbondo, Drs. Prio Andoko, M.Si. Ia menegaskan dukungannya terhadap sinergi akademisi dan pemerintah daerah tersebut, seraya berharap transferred knowledge mengenai higienitas dan legalitas pangan ini dapat memacu UMKM pesisir Situbondo naik kelas secara berkelanjutan.

#UNIVERSITAS BRAWIJAYA_SDG8#UNIVERSITAS BRAWIJAYA_SDG9#UNIVERSITAS BRAWIJAYA_SDG12#UNIVERSITAS BRAWIJAYA_SDG17

#SDG8_Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi#SDG9_Industri, Inovasi dan Infrastruktur#SDG12_Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab#SDG17_Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.