Langsung ke konten
Minggu, 20 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Resmikan Car Free Day Desa Durung Bedug untuk Gerakkan Perekonomian dan UMKM Lokal

JATIMSATUNEWS.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Pemerintah Desa Durung Bedug resmi membuka kegiatan Car Free Day (CFD) di Desa Durung Bedug, Minggu pagi (20/09/2026). Kegiatan yang diikuti antusias oleh masyarakat tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi warga untuk berolahraga dan beraktivitas bersama, tetapi juga diarahkan menjadi wadah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM.

Pembukaan CFD turut dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama jajaran pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan berbagai aktivitas warga yang memanfaatkan kawasan CFD.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya CFD tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

CFD juga diharapkan dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran produk UMKM. Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk melengkapi legalitas usaha sehingga dapat mengakses berbagai program pemberdayaan dan fasilitas permodalan.

Salah satu dukungan yang disampaikan pemerintah adalah fasilitas pinjaman modal usaha dengan plafon mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa jaminan, dengan persyaratan yang relatif mudah bagi masyarakat Sidoarjo.

Pemerintah desa juga didorong ikut memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat mengakses program tersebut. CFD Akan Digelar Rutin Setiap Minggu Kepala Desa Durung Bedug H.M. Ishaq mengatakan, penyelenggaraan CFD telah dipersiapkan selama beberapa bulan.

Ia menyebut kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan ini untuk mengangkat ekonomi masyarakat melalui UMKM yang ada. Persiapannya sudah beberapa bulan saya rencanakan. Alhamdulillah dengan dukungan pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten, kegiatan ini bisa terlaksana,” ujar H.M. Ishaq dalam keterangannya.

Iklan

Ia memastikan kegiatan CFD akan terus dilaksanakan pada pekan-pekan berikutnya. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku usaha memiliki ruang yang berkelanjutan untuk beraktivitas maupun berjualan.

“Insyaallah untuk ke depan, untuk minggu berikut-berikutnya, berlanjut terus,” katanya.

H.M. Ishaq menjelaskan, CFD membentang sekitar 900 meter hingga 1 kilometer. Untuk sementara, tersedia sekitar 360 stan atau lapak, dengan sekitar 300 stan diperuntukkan bagi warga setempat.

Sementara itu, pedagang dari luar desa tetap diberikan kesempatan untuk membuka lapak sepanjang masih tersedia tempat. “Memang khususnya untuk warga sini. Tapi untuk meningkatkan sumber daya masyarakat, warga Kabupaten Sidoarjo juga tidak menutup kemungkinan masih bisa ada tempat untuk membuka lapak di Desa Durung Bedug,” jelasnya.

Pedagang Dikenakan Iuran Kebersihan dan KeamananUntuk mendukung kebersihan dan keamanan selama CFD berlangsung, pengelola memberlakukan iuran bagi pedagang. H.M. Ishaq menyebut besaran iuran tersebut dimaksimalkan sekitar Rp5.000 setiap pelaksanaan CFD.

“Iurannya untuk kebersihan dan keamanan, kita maksimalkan Rp5.000,” ujarnya. Adapun waktu pelaksanaan CFD direncanakan berlangsung setiap Minggu pagi, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Pemdes Fasilitasi Akses Permodalan UMKMSelain membuka ruang berjualan, Pemerintah Desa Durung Bedug juga berupaya membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha melalui akses permodalan.

H.M. Ishaq mengatakan pemerintah desa akan memberikan rekomendasi sekaligus memfasilitasi warga yang memiliki keinginan membuka usaha di kawasan CFD. “Dari pemerintah desa itu memfasilitasi, merekomendasi warga yang benar-benar punya keinginan untuk membuka lapak. Kita menyiapkan pinjaman dan difasilitasi oleh desa,” ungkapnya.

Iklan

Untuk pengajuan fasilitas tersebut, warga setidaknya harus menyiapkan KTP, KK, serta izin usaha dari desa.Menurut H.M. Ishaq, keberadaan CFD diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengembangkan usaha masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini memiliki produk tetapi masih terkendala tempat pemasaran.

Dorong Produk Lokal dan Potensi Pertanian

Tidak hanya UMKM kuliner, Pemerintah Desa Durung Bedug juga ingin memanfaatkan CFD sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal. H.M. Ishaq menyebut sektor pertanian dan produk masyarakat menjadi salah satu potensi yang akan terus dikembangkan.

Produk-produk lokal tersebut diharapkan dapat dipasarkan secara langsung kepada masyarakat yang datang ke CFD. Dengan konsep tersebut, CFD diharapkan tidak berhenti sebagai tempat olahraga mingguan, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mampu mempertemukan kebutuhan olahraga, hiburan, interaksi sosial, sekaligus kegiatan ekonomi.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan selama CFD berlangsung. Penataan lingkungan dan penghijauan turut menjadi perhatian agar kawasan desa semakin nyaman dan menarik bagi warga maupun pengunjung.

Melalui pelaksanaan yang rutin dan dukungan dari pemerintah daerah, Pemerintah Desa Durung Bedug berharap CFD dapat menjadi agenda mingguan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesehatan, memperkuat kebersamaan warga, serta membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM lokal.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.