Langsung ke konten
Minggu, 20 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Bangun Keamanan Lewat Percakapan Santai: Babinsa Tulusrejo Perkuat Sinergi Bersama Linmas dan Warga

Pendekatan humanis inilah yang terus dipelihara oleh Babinsa Kelurahan Tulusrejo Koramil 0833-05/Lowokwaru, Serda Fajar, melalui giat anjangsana dan

Babinsa Tulusrejo Koramil 0833-05/Lowokwaru, Serda Fajar (kiri), duduk santai sembari berdialog menyerap aspirasi dan berkoordinasi bersama anggota Linmas serta warga di Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang, Minggu (20/9/2026).

Babinsa Tulusrejo Koramil 0833-05/Lowokwaru, Serda Fajar (kiri), duduk santai sembari berdialog menyerap aspirasi dan berkoordinasi bersama anggota Linmas serta warga di Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang, Minggu (20/9/2026). (Foto: Tim Babinsa, Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sejatinya tidak selalu harus bertumpu pada agenda-agenda formal di balik meja. Percakapan santai sembari duduk bersama warga justru kerap menjadi jembatan paling efektif untuk menyelami dinamika sosial secara langsung.

Pendekatan humanis inilah yang terus dipelihara oleh Babinsa Kelurahan Tulusrejo Koramil 0833-05/Lowokwaru, Serda Fajar, melalui giat anjangsana dan komunikasi sosial (komsos) bersama warga serta anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (20/09/2026).

Di teras pos keamanan lingkungan dengan suasana yang penuh keakraban, Serda Fajar meluangkan waktu berbincang lepas dengan warga dan petugas Linmas setempat.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Iklan

Baca juga: Sinergi Jaga Keamanan, Babinsa Kota Lama Rangkul Linmas Lewat Dialog Interaktif

Berbagai topik mengalir wajar, mulai dari kabar situasi keamanan lingkungan, dinamika aktivitas keseharian warga, hingga mencari solusi bersama atas persoalan-persoalan sosial skala mikro yang kerap dijumpai di tengah masyarakat.

Bagi Serda Fajar, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas menggugurkan tugas pokok kewilayahan semata. Menurutnya, momen tatap muka langsung menjadi wadah terbaik untuk merawat kedekatan emosional sekaligus mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan kamtibmas di wilayah binaannya.

“Kunci utamanya ada pada komunikasi. Melalui pertemuan rutin seperti ini, kita bisa saling mengenal lebih dekat dan langsung tahu dinamika riil apa yang sedang berkembang di lingkungan warga,” ujar Serda Fajar di sela-sela obrolan.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi turut diberikan kepada jajaran Linmas yang selama ini aktif menjadi garda terdepan penjaga ketertiban di tingkat akar rumput. Serda Fajar menegaskan bahwa sinergi segitiga antara Babinsa, unsur Linmas, dan masyarakat merupakan fondasi utama terwujudnya rasa aman dan nyaman di permukiman.

Iklan

Dialog terbuka tanpa sekat ini pun dimanfaatkan warga untuk menyampaikan masukan serta unek-unek secara leluasa. Di saat yang sama, Babinsa menyisipkan pesan kamtibmas dan imbauan agar seluruh elemen masyarakat tetap guyub rukun serta proaktif mengawasi keamanan lingkungannya masing-masing.

Kegiatan anjangsana ini menjadi cerminan bahwa ketahanan wilayah tidak semata-mata diukur dari keberadaan fisik aparat berseragam, melainkan dari tumbuhnya rasa saling percaya. Dari perjumpaan sederhana lahir komunikasi yang terbuka, yang kemudian memupuk kepedulian bersama demi merawat kedamaian warga Tulusrejo. (*)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.