Langsung ke konten
Sabtu, 19 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Internasional

Siapkan Pekerja Migran Jadi Wirausahawan, Dosen Agribisnis UB Beri Pembekalan Finansial dan Bisnis di Taiwan

Upaya mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu mandiri secara ekonomi saat kembali ke tanah air terus digulirkan.

Tim dosen Agribisnis FBiPK Universitas Brawijaya berfoto bersama jajaran pengurus dan anggota Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kantor Sekretariat PCINU Ranting Pingtung usai pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan di Taiwan.

Tim dosen Agribisnis FBiPK Universitas Brawijaya berfoto bersama jajaran pengurus dan anggota Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kantor Sekretariat PCINU Ranting Pingtung usai pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan di Taiwan.

TAIWAN | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu mandiri secara ekonomi saat kembali ke tanah air terus digulirkan. Tiga dosen Fakultas Biologi dan Pertanian Terpadu (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan bertajuk “Pulang Bawa Usaha, Bukan Cuma Tabungan” di hadapan puluhan PMI di Kantor Sekretariat PCINU Taiwan Ranting Pingtung pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh Dr. Rachman Hartono, S.P., M.P., Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., dan Moh. Shadiqur Rahman, S.Pi., M.P., Ph.D. Tim dosen UB menegaskan bahwa keberhasilan pasca-migrasi tidak hanya ditentukan oleh nominal gaji yang dibawa pulang, melainkan seberapa matang persiapan usaha yang dirintis sejak masih berada di perantauan.

“Bedanya bukan besarnya gaji. Bedanya persiapan, dan persiapan itu dimulai malam ini,” tegas Rachman Hartono saat membuka sesi pelatihan di hadapan para peserta yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian rumah kaca melon dan pabrik pengolahan buah di Pingtung.

Baca juga: Aplikasi ‘Connect’ Jadi Jembatan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: Kiprah Akademika Universitas Negeri Malang di Kancah Internasional

Baca juga: Mahasiswa Magang Universitas Muhammadiyah Malang Mengikuti Sosialisasi JDIH Sekretariat DPRD Kabupaten Malang

Iklan

Dwi Retnoningsih menjelaskan bahwa pola konsumtif dan minimnya perencanaan finansial kerap membuat tabungan para pahlawan devisa cepat terkuras untuk renovasi rumah, hajatan, atau pinjaman kerabat.

Oleh sebab itu, para peserta diajak berhitung secara cermat mengenai perbandingan rasio modal dan perputaran arus kas, seperti model budidaya melon rumah kaca seluas 300 meter persegi maupun unit usaha produksi keripik pisang kemasan yang berputar lebih cepat.

Melengkapi materi tersebut, Moh. Shadiqur Rahman memaparkan simulasi alokasi pendapatan secara terpisah ke dalam pos kebutuhan keluarga, dana darurat, kebutuhan pribadi, dan modal usaha.

Shadiqur menambahkan bahwa dengan menyisihkan 30 persen secara disiplin dari pendapatan bulanan selama kurun waktu dua tahun, seorang pekerja migran dapat menghimpun modal puluhan juta rupiah secara mandiri tanpa harus terjerat utang saat merintis bisnis di kampung halaman.

Suasana interaktif mewarnai sesi diskusi ketika para peserta saling berbagi rencana kepulangan hingga strategi meyakinkan keluarga di Indonesia. Di akhir pelatihan, seluruh peserta dibekali lembar kerja pemetaan keterampilan, matriks penentuan ide bisnis, serta komitmen membuka rekening khusus tabungan usaha.

Agenda pemberdayaan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja delegasi UB ke National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) pada 11–15 September 2026 untuk mempererat kemitraan akademik internasional kedua perguruan tinggi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.