Sorotan
SEOUL | JATIMSATUNEWS.COM: Kemenangan wakil Liga Indonesia, Persib Bandung atas tim Korea Selatan, FC Seoul menghadirkan lima catatan positif.
Pada Rabu (16/9) malam kemarin, Persib Bandung menang 1-0 atas tuan rumah FC Seoul.
Pertandingan ini merupakan yang pertama di Grup E ACL Two 2026/27.
Gol tunggal Maung Bandung dari sepakan tanpa kontrol Julio Cesar pada menit kelima, usai menerima sepak pojok dari Marc Klok.
Baca juga: Emil Audero Lakukan 3 Penyelamatan, Rayo Vallecano Menang
Lima Catatan Positif Persib Bandung di Seoul
Kemenangan Persib atas FC Seoul menghadirkan lima catatan positif.
Pertama, Persib Bandung memimpin klasemen Grup E dengan 3 poin.
Disusul Melbourne Victory dari Australia dan The Cong Viettel dari Vietnam yang sama-sama mengumpulkan 1 poin.
Mereka meraih 1 poin karena seri 1-1 di Hanoi pada hari yang sama.
Kemudian, FC Seoul asuhan Pelatih Kim Gi-dong di dasar klasemen tanpa poin.
Kedua, Persib menjadi tim Indonesia pertama yang mampu menang di Korea Selatan sejak 1994/95.
Sebelumnya, ada lima pertandingan antara wakil Korsel melawan tim Indonesia yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah.
Lima tim Indonesia yang bertandang ke Korea Selatan adalah Pelita Jaya, PSM Makassar, Sriwijaya FC, Persik Kediri, dan Arema.
Hasilnya, Pelita Jaya kalah 1-5 dari tuan rumah Ilhwa Chunma. PSM (0-4) dan Sriwijaya (0-2) kalah dari tim sama, Pohang Steelers.
Persik Kediri kalah 1-5 dari Seongnam dan Arema kalah 0-6 dari Jeonbuk.
Ketiga, Persib menaikkan peringkat Liga Indonesia dari ke-20 menjadi ke-18.
Kemenangan atas FC Seoul turut memengaruhi pergerakan tabel koefisien liga di Asia (AFC).
Selepas laga di Stadion Piala Dunia Seoul tersebut, peringkat Liga Indonesia naik ke urutan 18 dengan 26.759 poin akumulasi sementara menurut Footy Rankings.
Disebut sementara, karena perolehan poin koefisien bersifat dinamis selama kompetisi kontinental masih berlangsung.
Hasil dari kemenangan Persib membuat Liga Indonesia mendapat tambahan 1.000 poin koefisien.
Jika minimal bertahan di posisi ini, maka Liga Indonesia akan mengirim 1 wakil langsung ke fase grup dan 1 wakil ke babak kualifikasi pada musim 2028/29 di ACL 2.
Tentu, ini lebih baik daripada musim ini yakni Liga Indonesia mengirim 1 wakil namun harus melalui jalur kualifikasi.
Sebelum tampil di fase grup, Persib harus menghadapi Manila Digger dari Filipina di kualifikasi.
Penyebabnya tentu adalah peringkat liga yang sebelumnya sempat di luar 20 besar Asia.
Catatan apik keempat, Persib menang dengan memainkan 10 pemain lokal.
Pelatih Igor Tolic bahkan memasang enam pemain lokal pada susunan 11 pertamanya.
Kiper Teja Paku Alam, bek Kakang Rudianto dan Eliano Reijnders, serta tiga gelandang; Marc Klok, Adam Alis, dan Ragnar Oratmangoen.
Pada babak kedua, Tolic memasukkan Ikwan Tanamal, Dedi Kusnandar, Beckham Putra, dan Thom Haye.
Di antara 10 pemain lokal tersebut enam di antaranya merupakan binaan dalam negeri.
Artinya, Tolic juga berani mengandalkan pemain lokal saat FC Seoul melakukan kebijakan rotasi pemain—dengan menurunkan banyak pemain cadangan di liga—karena jadwal padat.
Baca juga: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Puasa Gelar 30 Tahun Berlanjut
Catatan positif kelima, Tolic tidak ketergantungan kepada Thom Haye.
Tolic terlihat fleksibel dalam merumuskan komposisi pemainnya dan gaya main yang ingin diterapkan.
Ketika ia ingin Persib bermain lebih kuat dalam bertahan namun cepat dalam melakukan transisi menyerang, maka yang dimainkan adalah gelandang-gelandang dengan mobilitas tinggi dan petarung murni—aspek bertahan lebih unggul.
Inilah mengapa, ketika Marc Klok ditarik, penggantinya bukan Thom Haye, melainkan Dedi Kusnandar.
Kemudian, Adam Alis dimainkan hingga menit ke-90 sebelum digantikan oleh Thom Haye.
Sikap tidak ketergantungan terhadap Thom sebelumnya juga ditunjukkan Tolic saat El Clasico Indonesia melawan Persija Jakarta.
Ia berani menarik keluar Thom—bersama Mariano Peralta—pada menit ke-62.
Keluarnya Thom, justru membuat agresivitas serangan Persib lebih baik dan sempat membuat kedudukan imbang sebelum kalah dramatis 1-2.
Artinya, Tolic mampu beradaptasi dengan situasi permainan dan tahu kapan harus memainkan pemain tertentu untuk menyesuaikan keadaan di atas lapangan.
Setidaknya hingga pertandingan kontra FC Seoul, Tolic berusaha menghindarkan Persib dari kondisi stagnan secara taktis ketika pemain-pemainnya telah diisolasi oleh lawan.
Jadwal Persib Bandung Berikutnya di ACL Two 2026/27
- Persib vs Viettel, Rabu (14/10) 19.15 WIB
- Persib vs Melbourne Victory, Rabu (28/10) 19.15 WIB
- Melbourne Victory vs Persib, Rabu (4/11) 14.45 WIB
- Persib vs FC Seoul, Rabu (25/11) 19.15 WIB
- Viettel vs Persib, Rabu (2/12) 17.00 WIB.
(YAN)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.