Langsung ke konten
Selasa, 15 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

UIN Maliki Malang Gembleng Penerima BIB, 90 Hari Menuju Standar Akademik Global

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 13 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) memasuki fase persiapan penting sebelum melanjutkan studi magister dan doktoral di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Selama 90 hari, mereka akan ditempa melalui Language and Academic Preparation Program (LAPP) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Program tersebut resmi dibuka di lantai 3 Gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Senin (14/9/2026), melalui Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maliki Malang yang dipimpin Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd. LAPP merupakan hasil kerja sama UIN Maliki Malang dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, MA, menegaskan bahwa program tersebut tidak dirancang sekadar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

“Bahasa bukan tujuan akhir. Bahasa adalah instrumen untuk memasuki, memahami, dan berkontribusi dalam ekosistem akademik global,” tegasnya.

Menurut Abdul Hamid, kesiapan studi di luar negeri membutuhkan kemampuan yang jauh lebih luas daripada sekadar berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Peserta harus mampu membaca literatur akademik secara kritis, menulis secara ilmiah, membangun argumentasi, melakukan penelitian, hingga mengartikulasikan gagasan dalam lingkungan akademik internasional.

Karena itu, LAPP ditempatkan sebagai fase persiapan akademik sebelum para penerima beasiswa memasuki perguruan tinggi tujuan masing-masing.

Ke-13 peserta tersebut akan melanjutkan studi di sejumlah negara, antara lain Australia, China, Inggris, dan Yordania. Selama mengikuti program, mereka mendapatkan pembinaan bahasa Inggris secara intensif dengan target mencapai skor IELTS di atas 7.

Namun, target program tidak berhenti pada capaian skor bahasa. Peserta juga diarahkan menyiapkan draf proposal tesis maupun disertasi sebagai fondasi awal untuk memasuki proses akademik di perguruan tinggi tujuan.

Dengan pola tersebut, LAPP memadukan dua kebutuhan utama calon mahasiswa internasional, yakni language proficiency dan academic readiness. Peserta tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan bahasa universitas tujuan, tetapi juga dibekali kemampuan yang dibutuhkan dalam budaya akademik yang menekankan berpikir kritis, riset, penulisan ilmiah, dan publikasi.

Iklan

Kepercayaan Kementerian Agama kepada UIN Maliki Malang untuk kembali menyelenggarakan program persiapan semacam ini bukan kali pertama. UIN Maliki Malang telah beberapa kali dipercaya melaksanakan program serupa, termasuk PPSL dan PPBA.

Pengalaman tersebut memperkuat posisi pengembangan bahasa di UIN Maliki Malang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas. Bahasa tidak ditempatkan semata sebagai kemampuan linguistik, tetapi sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kapasitas akademik dan mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

Abdul Hamid menekankan, keberangkatan mahasiswa ke luar negeri juga membawa konsekuensi representasi. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari wajah akademik Indonesia di lingkungan internasional.

“Ketika mereka berada di luar negeri, yang hadir bukan hanya seorang mahasiswa Indonesia. Di dalam dirinya ada nama institusi, bangsa, bahkan wajah pendidikan Islam Indonesia. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Bagi 13 penerima BIB tersebut, 90 hari ke depan menjadi lebih dari sekadar masa belajar bahasa Inggris. Mereka akan menjalani fase transisi dari lingkungan akademik nasional menuju budaya akademik global—dengan tuntutan kemampuan bahasa, riset, penulisan ilmiah, berpikir kritis, sekaligus kesiapan berinteraksi dalam komunitas ilmiah internasional.

Dari ruang kelas LAPP di Malang, perjalanan akademik mereka ke berbagai perguruan tinggi dunia pun dimulai.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.