Langsung ke konten
Minggu, 13 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Dari Pendengar Radio ke Majelis Taklim, Kisah Inspiratif Komunitas Madina FM Malang

Hal inilah yang dialami oleh Komunitas Majelis Taklim Madaniah dan Persaudaraan Pendengar Madina FM di Kota Malang, yang kini sukses bertransformasi menjadi

Suasana khidmat pertemuan rutin Majelis Taklim Madaniah dan Komunitas Persaudaraan Pendengar Madina FM saat melantunkan selawat dan doa bersama dalam agenda anjangsana di kediaman salah satu anggota.

Suasana khidmat pertemuan rutin Majelis Taklim Madaniah dan Komunitas Persaudaraan Pendengar Madina FM saat melantunkan selawat dan doa bersama dalam agenda anjangsana di kediaman salah satu anggota.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Siapa sangka, berawal dari kebiasaan mendengarkan siaran radio di waktu-waktu tertentu, sebuah ikatan persaudaraan yang kuat bisa terjalin. Hal inilah yang dialami oleh Komunitas Majelis Taklim Madaniah dan Persaudaraan Pendengar Madina FM di Kota Malang, yang kini sukses bertransformasi menjadi wadah silaturahmi solid sekaligus pusat edukasi keagamaan bagi masyarakat

Perjalanan komunitas ini bermula dari stasiun radio milik Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada masa awal berdirinya, siaran radio tersebut hanya berfokus pada program pengajian rutin. Siaran itu pun mengudara dengan waktu yang sangat terbatas, yakni hanya seusai pelaksanaan salat Maghrib dan Subuh.

Namun, seiring berjalannya waktu, pengelola radio mulai melakukan inovasi. Program siaran dikembangkan dengan menyajikan konten-konten yang lebih interaktif. Mulai dari pemutaran lagu-lagu religi, acara bincang-bincang (talkshow), hingga kuis interaktif yang dikemas layaknya radio komersial pada umumnya. Strategi ini rupanya terbukti ampuh dalam menarik atensi masyarakat dan mengikat banyak pendengar setia.

Baca juga: Tradisi Rakor JatimSatuNews di Alas Veenuz Trawas, Hangat Akrab Inspiratif

Baca juga: Pertemuan Rutin Majelis Taklim MWCNU Kecamatan Dau di Masjid Ghoffar Sengkaling

Melihat tingginya antusiasme para pendengar di udara yang kian meluas, penanggung jawab program acara Radio Madina FM akhirnya mengambil inisiatif. Mereka memutuskan untuk menghimpun para pendengar dalam sebuah wadah pertemuan tatap muka secara langsung agar silaturahmi tak hanya sebatas frekuensi.

“Awalnya kami hanya berkumpul di masjid dan diisi dengan kegiatan selawatan bersama,” ungkap salah satu perwakilan pengurus di sela-sela kegiatan saat menceritakan cikal bakal terbentuknya wadah ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ide untuk melakukan pertemuan dari rumah ke rumah justru datang dari inisiatif para anggota sendiri. “Kemudian anggota mengusulkan adanya kegiatan anjangsana dari rumah ke rumah. Nah, dari situ Persaudaraan Madina terus berkembang dengan pesat hingga akhirnya terbentuk juga Majelis Taklim Madaniah seperti sekarang ini,” tuturnya menambahkan.

Iklan

Kini, komunitas tersebut telah melahirkan dua pilar organisasi yang saling bersinergi dan memperkuat satu sama lain, yakni Majelis Taklim Madaniah dan Komunitas Persaudaraan Pendengar Madina Radio.

Grup jejaring sosial mereka bahkan telah mencatatkan keanggotaan lebih dari 200 orang. Dalam setiap agenda pertemuan rutin berkala, tercatat sekitar 50 hingga 75 orang selalu hadir memadati acara. Partisipasi ini bahkan bisa melonjak drastis hingga mencapai 200 orang saat momen-momen peringatan hari besar Islam, seperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau acara halalbihalal.

Tidak hanya sekadar berkumpul, majelis ini menegaskan bahwa berbagai kegiatan positif terus digulirkan secara berkesinambungan. Selain menggelar pengajian internal rutin sebanyak dua kali dalam sebulan, majelis ini juga menyatakan keaktifannya dalam menjalin kolaborasi eksternal, salah satunya bersinergi dengan Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) DMI Kota Malang.

Beragam program edukasi turut menjadi fokus utama mereka. Komunitas ini secara berkala mengadakan sosialisasi terkait ilmu parenting (pola asuh anak), pembinaan keluarga sakinah, hingga berbagai pelatihan keterampilan (skill) bagi para anggotanya.

Bahkan, kegiatan edukasi komunitas ini tidak terbatas di dalam ruangan saja. Mereka juga aktif menggalakkan program keagamaan out-door melalui konsep safari religi. Beberapa agenda yang telah sukses dijalankan antara lain wisata edukasi pengolahan salak dan kopi di kawasan Dampit, ziarah ke makam para wali, hingga agenda sowan (silaturahmi) kepada para kiai sepuh.

Sebagai informasi, dalam pertemuan rutin terbaru yang baru saja diselenggarakan di kediaman salah satu anggota, yakni Ibu Endang, suasana keakraban dan kekhusyukan begitu terasa. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan selawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi, penyampaian kultum atau mauidhatul hasanah, serta ditutup dengan lantunan doa bersama untuk memohon kesehatan dan limpahan keberkahan bagi tuan rumah.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.