MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sapaan hangat dan obrolan santai terbukti ampuh menjadi jembatan untuk membangun rasa aman di tengah masyarakat.
Pendekatan humanis inilah yang secara konsisten diterapkan oleh Babinsa Tulusrejo Koramil 0833-05/Lowokwaru, Serda Fajar, saat menggelar kegiatan anjangsana bersama Bhabinkamtibmas di wilayah binaannya pada Sabtu (12/09/2026).
Kegiatan turun langsung ke lapangan ini diakui Serda Fajar bukan sekadar rutinitas sambang wilayah semata. Ia menegaskan bahwa di balik pertemuan tersebut, terdapat tujuan krusial untuk menjaga agar komunikasi dengan warga tetap hidup dan mempererat hubungan aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Baca juga: PERMAHI Jambi Satukan Kolaborasi, Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat
Baca juga: Kolaborasi UIN Malang dan Yayasan Mesir Sukses Gelar Final MHQ 30 Juz Tingkat Jawa-Bali
“Menjadi Babinsa bukan hanya soal hadir ketika ada persoalan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa dekat dengan masyarakat, mengenal warga, mendengar keluhan mereka, dan bersama-sama mencari solusi apabila ada permasalahan di lingkungan,” ungkap Serda Fajar menceritakan komitmennya.
Lebih lanjut, aparat kewilayahan tersebut meyakini bahwa komunikasi yang terjalin secara intens dan rutin akan mempermudah deteksi dini terhadap berbagai perkembangan di wilayah. Menurut penuturannya, melalui sarana obrolan santai, potensi gangguan atau persoalan sosial dapat diantisipasi dan diredam sedini mungkin sebelum membesar.
Kolaborasi aktif bersama Bhabinkamtibmas ini sekaligus menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara TNI dan Polri di tingkat akar rumput. Masyarakat pun dikabarkan menyambut positif kehadiran mereka, menganggap aparat bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan pendengar yang baik bagi keluh kesah yang berkembang di permukiman.
Lewat anjangsana sederhana tersebut, aparat kembali menegaskan satu pesan penting bahwa keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan buah dari kepedulian serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.