Langsung ke konten
Jumat, 11 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

ICIED 2026 FTIK UIN Malang Bahas AI, Teknologi Imersif, dan Masa Depan Pendidikan Islam

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi imersif menjadi salah satu perhatian utama dalam The 11th International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026 yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Building an Inclusive and Sustainable Educational Ecosystem”, konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan untuk membahas arah pendidikan di tengah perubahan teknologi sekaligus mempertahankan nilai kemanusiaan dan keislaman.

Pada sesi pertama, pembahasan diarahkan pada pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Founder Cikal dan Alun Pinus Indonesia, Najeela Shihab, menyoroti potensi AI dalam mempersonalisasi proses belajar siswa sekaligus memperluas akses pendidikan, termasuk bagi peserta didik di wilayah terpencil.

Namun, menurutnya, perkembangan teknologi tersebut tetap memiliki batas. AI tidak dapat menggantikan peran manusia dalam menghadirkan empati, kebijaksanaan, dan relasi pedagogis yang menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Perspektif lain disampaikan Dr. Nurul Ashikin Ahmat Miskam, Founder of Citra Natiq Academy, Malaysia. Ia mengingatkan sejumlah konsekuensi penggunaan teknologi secara berlebihan, antara lain menurunnya kemampuan fokus secara mendalam, munculnya pasivitas kognitif, serta melemahnya kemandirian intelektual peserta didik.

Ia menawarkan pendekatan liberal arts yang dipadukan dengan nilai ta’dib sebagai salah satu upaya membangun kembali kemampuan intelektual dan kontemplatif peserta didik di tengah derasnya arus digital.

Sementara itu, David Kim dari RELO U.S. Embassy membahas pemanfaatan AI dalam persiapan pembelajaran melalui tema Reimagining Teaching Preparation with AI. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan guru untuk merancang materi visual, mengembangkan storytelling berbasis pengalaman nyata, hingga menyusun evaluasi yang berorientasi proyek.

Iklan

Dari perspektif pendidikan Islam, Dr. Hamid Saad Al-Ghazali, dosen dan pakar pendidikan Islam dari Yaman, menekankan pentingnya fondasi pemikiran Islam dalam membentuk kemampuan peserta didik untuk berpikir secara benar dan bermuamalah secara tepat.

Ia juga mengingatkan bahwa ilmu tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi harus dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan.

Pembahasan berlanjut pada sesi kedua yang mengangkat transformasi pedagogi berbasis teknologi imersif dan perubahan pola keberagamaan generasi muda.

Prof. Syamsul Bachri, M.Si., Ph.D., Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM), memperkenalkan pemanfaatan teknologi seperti metaverse dan simulasi gim interaktif sebagai sarana menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Salah satu penerapannya dapat diarahkan pada pembelajaran mitigasi bencana.

Dari FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Meinarni Susilowati, M.Ed., membahas bagaimana Generasi Z beradaptasi dengan AI, termasuk memanfaatkannya sebagai mitra diskusi untuk menggali dan memahami identitas keagamaan di tengah derasnya informasi digital.

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara generasi muda memperoleh pengetahuan, tetapi juga memengaruhi cara mereka membangun pemahaman dan identitas keagamaan.

Rangkaian konferensi kemudian ditutup dengan pengumuman penghargaan akademik dan kompetisi kreatif, meliputi Best Presenter, Best Paper, serta pemenang International Youth Poster Competition 2026.

Melalui ICIED 2026, FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menempatkan isu AI, teknologi imersif, dan perubahan karakter generasi muda sebagai bagian dari diskursus pendidikan Islam. Teknologi diposisikan sebagai instrumen transformasi pembelajaran, sementara nilai kemanusiaan dan keislaman tetap menjadi fondasi dalam menentukan arah penggunaannya.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.