MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: International Conference on Islamic Education (ICIED) 2026 yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup pada Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Building an Inclusive and Sustainable Educational Ecosystem”, konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai tantangan pendidikan di tengah perubahan global.
Penutupan ICIED 2026 berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno UIN Malang. Sebelum memasuki agenda penutupan, peserta mengikuti Parallel Session untuk mempresentasikan hasil penelitian, pemikiran, dan gagasan inovatif di bidang pendidikan.
Rangkaian konferensi juga diisi Scientific Paper Competition dan Scholars Talks bertajuk “Strengthening Universal Participation to Realize Quality Education for All”. Sesi tersebut menyoroti pentingnya memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas agar dapat dinikmati secara adil oleh berbagai kelompok masyarakat.
Salah satu agenda penutup konferensi adalah pengumuman penerima penghargaan Best Presenter. Penghargaan tersebut diberikan kepada Lestari Budianto, Cahyo Aulia Andi Putra, Patimah, Dwi Sulistiani, Siti Nurhidayah, Nisfi Laila Fitrasari, Zakiyatur Rosyidah, A. Samsul Ma’arif, dan Nafisah Narita.
Penghargaan Best Presenter diberikan sebagai apresiasi terhadap kemampuan peserta dalam mempresentasikan gagasan akademik secara sistematis dan komunikatif di hadapan peserta konferensi.
Sementara itu, penghargaan Best Paper diberikan kepada karya berjudul “Artificial Intelligence in EFL Education: Lecturers’ Strategies for Responsible Classroom Implementation” yang ditulis Farid Munfaati, Prima Purbasari, dan Ulin Ni’mah.
Karya tersebut mengangkat isu penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan bahasa Inggris sebagai salah satu persoalan pendidikan kontemporer. Penghargaan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat AI, tetapi juga menyangkut strategi implementasi yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Setelah seluruh rangkaian konferensi selesai, kegiatan secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FTIK, Dr. Muh. Yunus, M.Si.
Prosesi penutupan juga ditandai dengan penyerahan laporan kegiatan dari Ketua Panitia Pelaksana, Harir Mubarok, kepada Dr. Muh. Yunus. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban penyelenggaraan konferensi sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian ICIED 2026.
Konferensi kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang terlibat. Selama penyelenggaraannya, ICIED 2026 tidak hanya menjadi forum presentasi penelitian, tetapi juga mempertemukan berbagai perspektif akademik mengenai pengembangan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya rangkaian konferensi, berbagai penelitian dan gagasan yang dipresentasikan dalam ICIED 2026 menjadi bagian dari diskursus akademik yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian, publikasi, maupun kolaborasi antarlembaga.
Tema “Building an Inclusive and Sustainable Educational Ecosystem” menjadi benang merah konferensi yang menempatkan kolaborasi dan pengembangan gagasan sebagai bagian penting dalam merespons perubahan pendidikan, termasuk perkembangan teknologi dan tuntutan perluasan akses terhadap pendidikan berkualitas.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.