MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Memiliki produk belum cukup untuk memenangkan persaingan bisnis di ruang digital. Mahasiswa juga perlu membangun identitas merek, menentukan posisi produk, dan menciptakan kepercayaan pelanggan. Hal tersebut menjadi fokus Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan yang digelar Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (8/9/2026).
Mengusung tema strategi membangun bisnis berbasis Digital Branding “Start. Brand. Grow.”, kegiatan tersebut diikuti 33 mahasiswa dari berbagai program studi. Bimtek menghadirkan Lalu Moh Fikri Makki, S.Psi., praktisi yang menjabat sebagai HRD PT Winnertech Lintas Nusa sekaligus HRD Malang Strudell.
Kegiatan dibuka Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FTIK, Dr. M. In’am Esha, bersama Ketua Laboratorium Kewirausahaan FTIK, Kusumadyahdewi, M.AB.
Bimtek diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kewirausahaan sekaligus memberikan ruang praktik bagi mahasiswa yang telah memiliki produk maupun yang sedang merintis usaha.
Dalam pemaparannya, Fikri menyoroti perubahan lanskap bisnis akibat perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemudahan untuk hadir di ruang digital tidak otomatis membuat sebuah usaha memiliki digital brand yang kuat.
“Hadir di ruang digital tidak sama dengan memiliki digital brand. Brand bukan sekadar apa yang kita klaim lewat logo atau slogan, melainkan apa yang dirasakan dan dipercaya oleh pelanggan setelah mereka mengalami sendiri layanan atau produk kita,” jelas Fikri.
Perspektif tersebut menempatkan branding bukan sekadar aktivitas membuat logo, memilih nama usaha, atau memperbanyak unggahan di media sosial. Identitas merek perlu dibangun melalui pengalaman pelanggan dan konsistensi pesan yang disampaikan sebuah usaha.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, Bimtek dilanjutkan dengan mini workshop penyusunan Digital Brand Blueprint. Mahasiswa diajak merumuskan positioning usaha, menentukan pilar konten, serta menyusun Call to Action (CTA) yang sesuai dengan tujuan bisnis mereka.
Peserta juga mendapatkan panduan rencana eksekusi selama tujuh hari. Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep digital branding, tetapi mulai menerjemahkannya ke dalam langkah yang dapat diterapkan pada usaha masing-masing.
Bagi mahasiswa yang telah memiliki produk, materi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas dan komunikasi merek. Sementara bagi mahasiswa yang masih berada pada tahap merintis, pemahaman mengenai positioning, konten, dan strategi komunikasi dapat menjadi dasar sebelum mengembangkan bisnis lebih jauh.
Laboratorium Kewirausahaan FTIK UIN Malang berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya wirausahawan mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki fondasi strategi bisnis yang kuat dan beretika.
Melalui Bimtek tersebut, kewirausahaan mahasiswa tidak diarahkan hanya pada kemampuan menghasilkan dan menjual produk. Mahasiswa juga didorong memahami bagaimana sebuah usaha membangun identitas, mengomunikasikan nilai, dan mendapatkan kepercayaan pelanggan di tengah persaingan digital.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.