MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Tiko Setiawan, meraih 1st Winner University Category dalam ajang International Youth Student Research Poster Conference (IYRC) 2026, Kamis (10/9/2026).
Mahasiswa PIPS angkatan 2023 tersebut meraih posisi teratas pada kategori universitas melalui presentasi gagasan penelitian dalam format poster ilmiah. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Tiko tidak hanya dalam mengembangkan kajian penelitian, tetapi juga menyajikan substansinya secara ringkas dan komunikatif.
Kompetisi poster ilmiah menuntut peserta untuk mampu memilih informasi paling penting dari sebuah penelitian dan mengemasnya dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Peserta perlu menyampaikan inti persoalan, gagasan, maupun hasil penelitian secara sistematis tanpa kehilangan substansi akademiknya.
Format tersebut mempertemukan kemampuan riset dengan keterampilan komunikasi ilmiah. Penelitian yang telah dilakukan tidak cukup hanya memiliki dasar kajian yang kuat, tetapi juga perlu dikomunikasikan agar gagasannya dapat dipahami oleh audiens.
Keberhasilan Tiko meraih posisi pertama pada kategori universitas menunjukkan kemampuannya dalam menjalani proses tersebut. Ia membawa gagasan penelitian ke ruang kompetisi sekaligus mengolahnya menjadi presentasi akademik melalui poster ilmiah.
Bagi mahasiswa PIPS, pengalaman tersebut memiliki relevansi dengan kompetensi keilmuan yang menuntut kemampuan membaca persoalan sosial secara kritis, menganalisis informasi, dan membangun pemahaman berdasarkan bukti. Forum ilmiah seperti IYRC memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengomunikasikan hasil pemikirannya di luar lingkungan perkuliahan.
Capaian Tiko juga menambah rekam jejak mahasiswa PIPS FTIK UIN Malang dalam mengikuti forum akademik di luar kampus. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa karya penelitian mahasiswa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk akademik yang dapat dikomunikasikan melalui berbagai medium.
Bagi lingkungan PIPS FTIK UIN Malang, prestasi tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan budaya riset dan keberanian mahasiswa mengikuti forum ilmiah. Penelitian tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari tugas akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih kemampuan berpikir, menyusun argumentasi, dan mengomunikasikan gagasan.
Prestasi Tiko Setiawan di IYRC 2026 sekaligus memperlihatkan satu hal penting dalam proses akademik mahasiswa: penelitian membutuhkan kemampuan untuk menemukan gagasan, mengolahnya berdasarkan kajian ilmiah, dan menyampaikannya kepada publik secara efektif.
Dari ruang penelitian mahasiswa PIPS FTIK UIN Malang, gagasan tersebut kemudian dibawa ke arena kompetisi dan berujung pada capaian 1st Winner University Category IYRC 2026.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.