SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur secara resmi menggelar audiensi strategis bersama Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. M. Musyafak Rouf, pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan ini digagas sebagai langkah konkret organisasi dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus mendorong pelibatan aktif pelajar putri dan perempuan muda dalam kancah pembangunan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PW IPPNU Jatim hadir membawa deretan aspirasi serta program kerja inovatif. Fokus utama yang diangkat berkisar pada isu pendidikan, kepemudaan, kepemimpinan perempuan, literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi pelajar. Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, menuturkan bahwa cara pandang terhadap pelajar harus mulai diubah. Menurutnya, pelajar bukan sekadar objek penerima manfaat, melainkan subjek penting dalam proses pembangunan Jawa Timur.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kompetensi, dan terlibat dalam pembangunan daerah,” tegas Aprilia di hadapan Ketua DPRD Jatim.
Baca juga: Wartawan Jatimsatunews Dinyatakan Kompeten di UKW Jenjang Muda 2026
Guna mewujudkan visi tersebut, PW IPPNU memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari IPPNU School Movement, Jatim Youth Parliament, Women Youth Leadership Program, literasi digital dan AI, hingga gerakan kewirausahaan pelajar. Seluruh inisiatif ini bermuara pada penguatan lima pilar utama pengembangan, yakni karakter, kepemimpinan, akademik, digital, serta ekonomi. Aprilia memaparkan bahwa program IPPNU School Movement secara khusus dirancang sebagai model kemitraan berkelanjutan antara organisasi dan pihak sekolah.
Merespons antusiasme tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. M. Musyafak Rouf, menyatakan kesiapan penuh lembaganya untuk memberikan dukungan nyata. Ia secara langsung menyambut baik inisiatif PW IPPNU Jatim yang memberikan ruang kondusif bagi pelajar untuk berkembang, berorganisasi, dan berkontribusi. Dukungan ini diproyeksikan menjadi gerbang awal kolaborasi intensif antara DPRD dan IPPNU demi menghadirkan kebijakan yang relevan dengan tantangan perempuan muda masa kini.
Mengakhiri agenda audiensi, Aprilia menaruh harapan besar terhadap kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun tersebut. “Kami berharap DPRD Jawa Timur dapat menjadi jembatan agar suara pelajar perempuan tidak berhenti di ruang organisasi, tetapi dapat masuk menjadi bagian dari percakapan kebijakan Jawa Timur,” tutupnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.