Langsung ke konten
Rabu, 9 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Ikan Dendeng Premium Desa Penunggul, Oleh-Oleh Khas Nguling Pasuruan yang Siap Digoreng

Salah satu produk yang mulai dikenal adalah ikan dendeng premium produksi warga setempat, Saiful. Produk ikan Dendeng ini menawarkan kepraktisan sekaligus

Pemerintah Desa Penunggul bersama Camat Mulyohadi dan pelaku UMKM memamerkan ikan dendeng premium yang dikembangkan sebagai ikon produk unggulan dan alternatif oleh-oleh khas dari Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Pasuruan.

Pemerintah Desa Penunggul bersama Camat Mulyohadi dan pelaku UMKM memamerkan ikan dendeng premium yang dikembangkan sebagai ikon produk unggulan dan alternatif oleh-oleh khas dari Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Pasuruan.

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terus mendorong potensi produk unggulan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa. Salah satu produk yang mulai dikenal adalah ikan dendeng premium produksi warga setempat, Saiful.

Produk ikan Dendeng ini menawarkan kepraktisan sekaligus cita rasa khas olahan ikan masyarakat pesisir. Ikan yang telah melalui proses pemindangan tersebut sudah dibersihkan, termasuk duri-durinya, sehingga konsumen tidak perlu repot mengolah dari awal.

“Ikan dendeng sudah dibuang durinya, jadi nanti tinggal digoreng saja,” jelas istri kades penunggul Nita terkait produk unggulan Desa Penunggul saat memperkenalkan olahan tersebut, Senin (9/9/2026).

Baca juga: Kolaborasi UB dan BRIN Dorong Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa

Baca juga: PBAK FITK 2026 Kenalkan Empat Jalur Pengembangan Diri bagi Gatotkaca Muda

Dengan konsep siap olah, ikan dendeng premium ini dinilai cocok menjadi pilihan lauk praktis untuk keluarga maupun oleh-oleh khas dari Desa Penunggul.

Dari sisi harga, produk tersebut juga relatif terjangkau. Untuk ukuran besar, ikan dendeng premium dibanderol sekitar Rp15.000, sedangkan ukuran lainnya sekitar Rp10.000.
Keunggulan lainnya adalah konsumen tidak harus datang langsung ke Desa Penunggul untuk mendapatkan produk tersebut.

Iklan

Pemasaran telah dilakukan secara daring sehingga jangkauan pasarnya dapat diperluas.
Produk ikan dendeng tersebut antara lain dapat dipesan melalui platform TikTok atau Shopee dengan mencari nama Saiful sebagai produsen ikan dendeng. Konsumen yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut juga dapat menghubungi Saiful secara langsung melalui nomor kontak yang tersedia pada kanal pemasaran produk.

Keberadaan ikan dendeng premium menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional, pelaku usaha juga mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar wilayah desa.

Pemerintah Desa Penunggul turut memberikan perhatian terhadap pengembangan produk-produk khas desa. Kepala Desa Penunggul, Irwandi Eko Subagyo, bersama istrinya, Nita Kumalasari, turut memberikan penjelasan mengenai berbagai potensi dan produk khas yang dikembangkan masyarakat.

Camat Mulyohadi yang turut serta menyaksikan produk unggulan ini menyebut ikan dendeng premium produksi Saiful diharapkan dapat menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Desa Penunggul.

“Sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Mulyohadi.

Pengembangan produk lokal seperti ini juga sejalan dengan upaya desa dalam mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis masyarakat. Dengan kualitas produk yang terus dijaga, kemasan yang semakin menarik, serta pemasaran digital yang diperluas, ikan dendeng Penunggul memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang berkunjung ke Kecamatan Nguling maupun Kabupaten Pasuruan, ikan dendeng premium Desa Penunggul dapat menjadi alternatif oleh-oleh khas yang praktis dan ekonomis.

“Tak sekadar menjadi makanan, produk tersebut menjadi gambaran bagaimana potensi desa dapat diolah menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual sekaligus membawa nama Desa Penunggul ke pasar yang lebih luas,” ujar Mulyohadi.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.