Sorotan
MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana meriah dan terhiasi canda tawa harmonis terlihat dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Madiun, Selasa (8/9/2026).
Mereka memamerkan kreativitas lewat penampilan seni musik, barista serta kerajinan anyaman di halaman Lapas Kelas 1 Madiun.
Kegiatan pembinaan kemandirian dan kepribadian ini merupakan upaya terpadu dalam meningkatkan kepribadian serta ketrampilan mandiri.
Tujuannya agar mereka mendapat bekal kemampuan bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
Baca juga: Semarakkan CFD, RSUD Kota Madiun Gelar Pengecekan Kesehatan Gratis
Perbaikan Diri Warga Binaan Lapas
Selama di lapas, warga binaan wajib memperbaiki diri dan menjadikan masa pembinaan sebagai bagian dari proses perubahan.
Pembinaan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pembinaan kerohanian yang meliputi pengajian, edukasi tentang hukum, pembelajaran formal, dan seni.
Lalu, pembinaan ketrampilan kemandirian seperti menjahit, barista, perajin anyaman, pembelajaran tata boga hingga berkebun.
Semua jenis binaan bertujuan memacu semangat positif menjadi pribadi yang lebih baik.
Ribuan Warga Binaan
Humas Lapas kelas 1 Madiun, Singgih menyampaikan jumlah warga binaan mencapai 1200 orang.
Pada perayaan kemerdaan Agustus 2026, ada 800 warga binaan yang mendapatkan remisi pengurangan masa hukuman.
“Program pembinaan wujud kepedulian terhadap warga binaan untuk meningkatkan perilaku baik dan mengasah kemampuan serta keterampilan mandiri,” tutur Singgih.
Warga binaan tampak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan membangun suasana kekeluargaan di lingkungan Lapas Kelas I Madiun.
“Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan tidak mengulangi perbuatan yang merugikan atau berdampak negatif dilingkungan masyarakat sekaligus bisa menjaga diri dalam pergaulan dimasyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang produktif dan bernilai manfaat diharapkan pihak Lapas dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan. Sekaligus dapat meningkatkan kesadaran memperbaiki diri dan menjadi figur bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.(DNY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.