MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Agama. Hal ini disampaikan Kasubtim Kesiswaan MTs/MI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Ahmad Chair Maulida, S.AP., saat memantau langsung pelaksanaan OMI di salah satu titik lokasi (tilok), MTs Almaarif 01 Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (8/9/2026).
Dalam kunjungannya, Ahmad Chair Maulida didampingi Dr. Muhammad Ngusri Yusron, S.ThI., M.Si., beserta tim humas. Rombongan disambut Kepala MTs Almaarif 01 Singosari Dwi Retno Palupi, M.Pd., bersama dewan guru.
Ahmad Chair Maulida mengapresiasi kesiapan madrasah sebagai titik lokasi pelaksanaan OMI, khususnya dari sisi infrastruktur dan jaringan Computer Based Test (CBT) yang mendukung kelancaran pelaksanaan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan OMI di MTs Almaarif 01 Singosari berjalan lancar. Kesiapan infrastruktur dan jaringan CBT sangat mendukung pelaksanaan kompetisi,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta OMI agar menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang untuk meraih juara, tetapi juga sebagai ruang untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi.

“Terus semangat dan percaya pada kemampuan diri. Mudah-mudahan dari OMI ini lahir ilmuwan-ilmuwan muda madrasah yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi mampu berkiprah dan mendunia,” pesannya.
Menurutnya, penyelenggaraan OMI diharapkan mampu mendorong semakin banyak murid madrasah untuk berani berkompetisi, berpikir kritis, serta memiliki semangat belajar dan mengembangkan potensi diri.
“OMI harus menjadi ruang bagi murid madrasah untuk tumbuh, berani berkompetisi, berpikir kritis, dan terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar-madrasah dan membangun ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya prestasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Dr. Yuli Nur Rohmawati, M.Pd., menyampaikan tingginya antusiasme madrasah dan peserta didik mengikuti OMI 2026.

“Antusiasme peserta OMI di Kabupaten Malang sangat tinggi. Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA mencapai 2.215 peserta,” jelasnya.
Khusus di MTs Almaarif 01 Singosari, pelaksanaan OMI diikuti 73 peserta yang berasal dari 11 madrasah/sekolah di wilayah Singosari Raya. Madrasah yang mengusung jargon KEREN—Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, dan Nyaman—tersebut menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan OMI 2026.
“Di titik lokasi MTs Almaarif 01 Singosari ini terdapat 73 peserta dari 11 madrasah dan sekolah di wilayah Singosari Raya. Kami berharap pelaksanaan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi peserta sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan daya nalar,” katanya.
Kepala MTs Almaarif 01 Singosari Dwi Retno Palupi menyampaikan bahwa menjadi salah satu titik lokasi OMI merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi madrasah.
“Bagi kami, menjadi tempat pelaksanaan OMI merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Kami berupaya memberikan dukungan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan lancar,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan OMI dapat memberikan pengalaman kompetisi yang positif bagi seluruh peserta serta menjadi sarana untuk mengembangkan potensi akademik mereka.
“Kami berharap OMI dapat melahirkan generasi madrasah yang memiliki kemampuan akademik, daya juang, dan semangat berkompetisi secara sehat. Yang terpenting, anak-anak mendapatkan pengalaman untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya,” tuturnya.
Pelaksanaan OMI jenjang MTs di MTs Almaarif 01 Singosari dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.30 WIB. Kompetisi berlangsung dalam empat sesi dengan tiga bidang mata pelajaran, yakni Matematika Terpadu, IPA Terpadu, dan IPS Terpadu.
Selama pelaksanaan, para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh kesungguhan. Mereka dituntut menyelesaikan soal dengan mengandalkan konsentrasi, ketelitian, kecepatan berpikir, serta kemampuan memecahkan masalah.
Suasana kompetisi berlangsung tertib dan kondusif. Pelaksanaan berbasis CBT juga memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengikuti kompetisi akademik dengan dukungan teknologi digital.
Dengan berakhirnya sesi terakhir pada pukul 17.30 WIB, seluruh rangkaian pelaksanaan OMI 2026 di titik lokasi MTs Almaarif 01 Singosari berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.