MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 5.636 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi memulai rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) yang berlangsung mulai 8 hingga 11 September 2026. Digelar di Helipad UMM pada Selasa (8/9), ribuan peserta dari 38 provinsi di Indonesia dan 29 negara asing ini membawa semangat baru dengan mengusung komitmen kuat terhadap pelestarian alam.
Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Green and Clean: Tanpa Sampah, Kampus Indah, Lingkungan Terjaga”. Komitmen tersebut langsung diaplikasikan pada hari pertama, di mana pihak kampus mewajibkan seluruh mahasiswa membawa kotak bekal serta botol minum pribadi sebagai langkah konkret menekan limbah plastik. Selain itu, para mahasiswa baru juga diajak berpartisipasi memilah sampah organik untuk diolah menjadi cairan eco-enzyme. Berdasarkan rencana kegiatan, cairan tersebut nantinya akan dituangkan ke aliran Sungai Brantas sebagai bentuk aksi nyata pelestarian alam pada saat pembukaan Student Day mendatang.
Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., yang hadir membuka langsung acara tersebut, menegaskan bahwa mahasiswa baru wajib memandang masa studi sebagai langkah awal untuk mempersiapkan kontribusi nyata bagi negara. Ia secara langsung mendorong seluruh mahasiswa agar tidak bersikap pasif. Sebaliknya, mahasiswa dituntut untuk proaktif mengembangkan diri agar kelak mampu memegang peran penting di tengah masyarakat.
Kapolda menyatakan keyakinannya serta menaruh harapan besar bahwa angkatan ini kelak akan sukses menduduki posisi-posisi strategis, mulai dari rektor, dosen, hingga menjadi pemimpin bangsa. “Adik-adik yang hadir di sinilah yang kelak akan mengisi masa depan. Kalian yang akan mengubah kondisi bangsa ini menjadi jauh lebih baik dari sekarang,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keberlanjutan merupakan prinsip hidup yang fundamental. Ia mengingatkan para mahasiswa, yang berperan sebagai tonggak generasi penerus, untuk selalu berupaya mencetak prestasi yang mampu melampaui capaian dari generasi sebelumnya.
Menurutnya, sistem pendidikan yang sejati tidak cukup hanya dengan mencetak intelektual bernilai akademik tinggi, melainkan harus mampu menciptakan sumber daya manusia solutif yang bisa menerjemahkan ilmunya menjadi tindakan aplikatif.
“Mahasiswa baru bukan hanya sebagai peserta kegiatan pengenalan kampus, melainkan sebagai generasi yang kelak memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap masyarakat dan bangsa. Perubahan tersebut membutuhkan keberanian untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Di sisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menekankan bahwa pemilihan tema lingkungan pada Pesmaba tahun ini memiliki tujuan khusus, yakni agar mahasiswa baru dapat menjadi motor penggerak bagi masa depan bangsa yang lebih tangguh dan pantang menyerah. Rektor mengarahkan seluruh mahasiswanya untuk senantiasa menghormati kode etik akademik serta selalu aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan selama menempuh masa studi mereka.
“Kalian harus penuh tanggung jawab dalam tindakan dan keputusan. Mulai hari ini, jadilah duta budaya bersih lingkungan untuk menjaga kelestarian bumi,” pesan Prof. Nazaruddin.
Momentum Pesmaba UMM 2026 ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar perkenalan akademik, melainkan sebagai ruang pembentukan karakter yang nyata.
Melalui penguatan nilai-nilai interaksi sosial dan kepedulian terhadap ekosistem, para mahasiswa baru diharapkan mampu merawat kebiasaan baik tersebut agar disiplin kepedulian lingkungan terus dipupuk menjadi budaya kampus yang berkelanjutan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.