MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 120 jamaah perempuan mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berlangsung di kediaman Bu Umi Layli Plaosan Barat, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Minggu 6/9/2026.
Bukan sekadar memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut menjadi ajang menyatukan dan mempererat dua jamaah, yakni Jamaah Nurunnisa dan Jamaah Nurul Iman.
Ustadz Mahfuddin Badjuri menyampaikan tausiyah. Materi yang biasanya disampaikan dalam waktu 45 menit hingga satu jam, kali ini berlangsung hampir dua jam. Meski demikian, para jamaah tetap mengikuti dengan penuh perhatian.
“Alhamdulillah, sangat menyenangkan melihat antusiasme ibu-ibu. Biasanya saya mengisi tausiyah paling lama 45 menit sampai satu jam. Tetapi kali ini hampir dua jam dan alhamdulillah tidak ada yang mengantuk,” ujar Ustadz Mahfuddin.
Menurutnya, semangat ibu-ibu dalam mengikuti majelis ilmu merupakan hal yang sangat penting. Sebab, perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak keluarga sekaligus lingkungan masyarakat.
“Penggerak seperti ibu-ibu ini sangat dibutuhkan. Semangat dalam bidang ilmu agama, dengan kajian, doa, dzikir dan sholawat, insya Allah menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih mapan, makmur dan penuh keberkahan,” katanya.
Lima Amalan yang Perlu Dijaga
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mahfuddin menyampaikan lima hal penting yang perlu diperhatikan dan diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
” Ada lima hal penting yang perlu diperhatikan dan diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya seraya memberi paparan.
Pertama, menjaga salat lima waktu. Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya menjaga salat wajib, tetapi juga memperhatikan pelaksanaan salat berjamaah serta salat sunnah qobliyah dan ba’diyah.
Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena menjadi pedoman bagi umat Islam.
Ketiga, memperbanyak dzikir dan sholawat. Amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Keempat, memperbanyak thalabul ilmi. Ustadz Mahfuddin mengingatkan bahwa belajar agama tidak boleh berhenti. Jamaah dianjurkan mengikuti majelis ilmu secara rutin, minimal sekali dalam sepekan.
“Thalabul ilmi itu penting agar hati kita tidak mati. Minimal seminggu sekali kita hadir dalam majelis ilmu. Insya Allah hidup akan penuh keberkahan,” tuturnya.
Kelima, menjaga silaturahmi. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga, saudara dan keluarga besar.
Silaturahmi, menurutnya, bukan hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan.
Hablum Minallah dan Hablum Minannas
Ustadz Mahfuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
“Kalau hablum minallah dan hablum minannas kita baik, insya Allah kehidupan akan harmonis. Kerukunan akan terwujud karena ada ilmu dan kesadaran agama,” jelasnya.
Ia berharap semangat jamaah dalam mengikuti kegiatan keagamaan tidak berhenti pada kegiatan Maulid Nabi. Nilai-nilai yang diperoleh dari majelis ilmu harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Ia juga mengajak para jamaah untuk menjadi pribadi yang memiliki hati baik, tidak mudah ragu dan senantiasa percaya kepada pertolongan Allah SWT.
“Dadio menungso sing atine apik, ojo mamang Gusti Allah,” pesannya.
Ungkapan tersebut menjadi pesan moral agar umat senantiasa menjadi manusia yang baik hatinya, kuat keimanannya dan tidak kehilangan keyakinan kepada Allah SWT.
Mempererat Dua Jamaah
Peringatan Maulid Nabi di rumah Bu Lilik akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan Jamaah Nurunnisa dan Jamaah Nurul Iman.
Pertemuan dua jamaah tersebut diharapkan menjadi awal semakin kuatnya kebersamaan dalam kegiatan keagamaan maupun sosial di lingkungan masyarakat.
Semangat sekitar 120 jamaah perempuan yang mengikuti tausiyah hingga hampir dua jam menunjukkan bahwa minat terhadap ilmu agama masih sangat kuat. Dari majelis seperti inilah diharapkan tumbuh keluarga yang religius, lingkungan yang rukun serta masyarakat yang saling peduli.
Dengan memperkuat salat, membaca Al-Qur’an, dzikir, sholawat, thalabul ilmi dan silaturahmi, Ustadz Mahfuddin berharap masyarakat dapat terus membangun kehidupan yang penuh keberkahan menuju cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Ans



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.