LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Ikan rucah, hasil tangkapan nelayan Desa Labuhan yang selama ini bernilai jual rendah, menjadi topik utama dalam sosialisasi yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Universitas Negeri Surabaya di Gedung Serbaguna Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Rabu (12/8).
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Ikan Rucah dan Pakan Ternak untuk Mendukung Produktivitas Masyarakat” ini berlangsung sejak pukul 13.00 WIB, dihadiri 25 warga mulai dari perangkat desa, kalangan nelayan dan petambak, hingga pelaku UMKM dan pemuda setempat, didampingi langsung Ketua Tim PPK Ormawa BEM UNESA, Anissa Dwi Khasanah, serta dua narasumber dari dinas terkait.
Kegiatan ini digagas untuk menjawab persoalan ikan rucah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan warga Desa Labuhan, sekaligus kebutuhan petambak setempat akan pakan ikan alternatif yang tepat guna. Sub-program Bahari Adiguna yang menaungi kegiatan ini merupakan satu dari lima pilar program Sumber Bahari, yang sepanjang 2026 dijalankan Tim PPK Ormawa BEM UNESA untuk mendorong hilirisasi hasil laut di Desa Labuhan menuju desa maritim yang lebih mandiri.
Acara dibuka dengan sambutan Sekretaris Desa Labuhan, Mawan, yang hadir mewakili Kepala Desa yang berhalangan. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa yang mau terjun ke desa untuk membantu masyarakat secara langsung dengan adanya program PPK Ormawa ini,” ujarnya. Materi pertama disampaikan Yuniar Fahmi Mahendra, S.TP., M.Si., dari Dinas Perikanan, yang menjelaskan tahapan pengolahan ikan rucah menjadi tepung berbahan tambahan probiotik, termasuk proses pengeringan dan batas masa simpan sembilan hari. Materi kedua disampaikan Henry Purnawidya H, S.Pt, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang menekankan pentingnya uji in vitro dan in vivo sebelum tepung ikan rucah bisa didistribusikan ke masyarakat secara luas, serta memberi panduan komposisi campuran tepung ikan yang sesuai untuk pakan ternak.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga aktif berdiskusi, salah satunya petambak Mia Claudita Oktavia, yang membagikan pengalamannya mencari pakan ikan alternatif setelah gagal menggunakan maggot. Dari sosialisasi ini, warga mendapat pemahaman baru mengenai potensi ikan rucah sebagai pakan ternak maupun pakan ikan, sekaligus batasan teknis yang perlu diperhatikan sebelum benar-benar mengolahnya secara mandiri.
Tim PPK Ormawa BEM UNESA berharap sosialisasi ini menjadi bekal awal bagi warga sebelum memasuki tahap praktik langsung pembuatan tepung ikan rucah, yang direncanakan menyusul meski jadwal pastinya belum ditetapkan. Harapannya, ikan rucah yang selama ini kurang bernilai bisa berangsur menjadi sumber pakan sekaligus peluang ekonomi tambahan bagi nelayan dan petambak Desa Labuhan.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan narasumber, menandai berakhirnya rangkaian sosialisasi sub-program Bahari Adiguna hari itu.
By: Binti Aminatul Hidayah
Instagram : @ppko_sumberbahari | Email : ppkobemunesa@gmail.com | Tiktok : @ppko_sumberbahari


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.