Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Wisuda 155 Tahfizh UIN Malang, Rektor Ilfi: Biarkan Dunia Sibuk Menghitung Pencapaiannya

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi mewisuda 155 mahasiswa penghafal Al-Qur'an pada prosesi Wisuda

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu perwakilan wisudawati dalam acara Wisuda Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) ke-18, Kamis (3/9/2026).

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu perwakilan wisudawati dalam acara Wisuda Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) ke-18, Kamis (3/9/2026). (Foto: Humas UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi mewisuda 155 mahasiswa penghafal Al-Qur’an pada prosesi Wisuda Tahfizh Al-Qur’an (HTQ) ke-18 yang digelar secara khidmat pada Kamis, 3 September 2026. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., secara langsung mengukuhkan para hafizh dan hafizhah tersebut dalam suasana yang penuh keharuan.

Sebelum prosesi pengukuhan dimulai, Wakil Rektor Bidang Akademik, Associate Professor H. Basri, M.A., Ph.D., membacakan Surat Keputusan Rektor secara resmi terkait Wisudawan Tahfizh Al-Qur’an Tahun 2026. Dalam momen tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muallim yang senantiasa setia menjaga hafalan para mahasiswa penghafal Al-Qur’an.

Apresiasi senada disampaikan oleh Rektor yang akrab disapa Bunda Ilfi. Beliau menuturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pembimbing tahfizh yang rela meluangkan waktu berjam-jam untuk mendengarkan, mengoreksi, serta memastikan hafalan mahasiswa tetap terjaga.

Baca juga: Wamen P2MI di Wisuda ke-122 UMM: Tekankan Pentingnya Adaptasi Global dan Skill Bahasa Menghadapi Era AI

Baca juga: Darut Tauhid Malang Wisuda Santri Berprestasi, Belasan Alumni Lolos Al-Azhar Kairo hingga Kampus Bergengsi Dalam Negeri

“Para muallim dan muallimah telah memberikan pengabdian yang luar biasa. Mereka duduk berjam-jam, mendampingi anak-anak kita murojaah, menjaga hafalan mereka, dan melakukannya dengan penuh kesabaran,” ungkapnya haru.

Iklan

Dalam paparannya, Prof. Ilfi juga menyoroti komposisi wisudawan tahfizh kategori tertinggi yakni 30 juz tahun ini. Dari 32 mahasiswa di kategori tersebut, 28 di antaranya merupakan mahasiswa putri, sementara hanya empat yang merupakan mahasiswa putra. Ia menjadikan fakta ini sebagai lecutan motivasi agar ke depan semakin banyak mahasiswa putra yang berkeinginan kuat untuk menjaga Al-Qur’an dalam hafalan, ingatan, dan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, 155 wisudawan ini tersebar dari kategori hafalan 5 juz (19 mahasiswa), 10 juz (36 mahasiswa), 15 juz (32 mahasiswa), 20 juz (30 mahasiswa), 25 juz (6 mahasiswa), hingga 30 juz.

Prof. Ilfi mengingatkan keras bahwa tantangan menjadi penghafal Al-Qur’an di era modern tidaklah ringan. Karena itu, ia menuntut para mahasiswa untuk tidak sekadar mengingat ayat, tetapi juga memahami dan mengambil hikmah. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafalkan. Al-Qur’an harus dipelajari, dipahami, dan diambil ibrahnya untuk menghadapi persoalan kehidupan hari ini,” tegasnya dengan lugas.

Di akhir pesannya yang menyentuh sanubari, Prof. Ilfi berpesan kepada para wisudawan agar tidak terbuai dengan standar pencapaian duniawi semata. “Biarkan dunia sibuk menghitung pencapaiannya, sementara kalian sibuk menambah hafalan. Sebab ada keberhasilan yang tidak diukur dengan jabatan, tetapi dengan ayat-ayat yang melekat dalam ingatan, hati, dan sanubari,” pesannya.

Wisuda ini ditegaskannya bukan sebagai akhir pencapaian, melainkan titik awal tanggung jawab besar agar tidak ada satupun ayat suci yang hilang dari ingatan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.