LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tim PPK Ormawa BEM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama sekitar 20 petambak, nelayan, pelaku UMKM, serta pemuda-pemudi Desa Labuhan menggelar NGOPI (Ngobrol Pintar) untuk menyosialisasikan pembentukan kelembagaan Sahabat Labuhan, Senin (11/8/2026), di Warung Ael Rohmah, kawasan Pantai Kutang, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan pembagian tugas dalam keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Kelembagaan nantinya akan menyesuaikan empat kelompok sasaran, yakni pemuda, UMKM, petambak, dan nelayan.
Kegiatan dibuka oleh Abdurrahman Hakim, PIC Sahabat Labuhan. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti sosialisasi. Sebelum diskusi dimulai, Tim humas PPK Ormawa BEM UNESA menyambut Sahabat Labuhan. Peserta kemudian melakukan ramah tamah dan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai rencana keberlanjutan kegiatan. Sejumlah agenda menjadi bahan diskusi.
Di antaranya pembuatan frozen food hasil olahan perikanan oleh UMKM binaan, pembuatan tepung berbahan dasar buah mangrove, pengembangan olahan ikan rucah, serta publikasi dan pemasaran produk oleh pemuda Desa Labuhan. Peserta juga membahas proses lanjutan pengolahan produk, strategi pemasaran, serta lokasi pengambilan bahan baku ikan rucah dan buah mangrove. Bapak Mukti memberikan dukungan terkait penyediaan bahan baku mangrove. Ia mengatakan, “Silahkan adik-adik mahasiswa, jika membutuhkan bahan baku buah manggrove. Silahkan ambil di pinggiran tambak milik saya.”
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SUMBER BAHARI yang dikembangkan Tim PPK Ormawa BEM UNESA. Program tersebut memiliki fokus pada optimalisasi pemberdayaan masyarakat Labuhan melalui hilirisasi perikanan dan pengolahan produk mangrove. Pada tahap kegiatan ini, struktur dan penanggung jawab kelembagaan belum ditetapkan. Penentuan akan dilakukan bersama kelompok sasaran dalam kegiatan berikutnya. Tidak terdapat kendala yang dilaporkan selama pelaksanaan kegiatan. Diskusi berlangsung dengan pertukaran pertanyaan, saran, dan masukan dari Sahabat Labuhan.
Melalui pembentukan kelembagaan Sahabat Labuhan, koordinasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan semakin terarah. Setiap kelompok sasaran dapat memiliki peran yang jelas dalam mendukung pengembangan produk berbasis hasil perikanan dan mangrove. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada penentuan penanggung jawab kelompok sasaran sebagai tindak lanjut hasil sosialisasi.
By: Hilman Rizkillah Sya’bi
Instagram: @ppko_sumberbahari | Email: ppkobemunesa@gmail.com | Tiktok: @ppko_sumberbahari | Youtube : @PPKO.SUMBERBAHARI.MARITIM


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.