Langsung ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Mahasiswa UB Percepat Digitalisasi UMKM Ringinanom Blitar, Kenalkan Canva hingga QRIS

Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, mengikuti

Tim MMD UB Kelompok 68 berfoto bersama usai memberikan materi sosialisasi pemberdayaan dan rebranding kemasan kepada masyarakat di Balai Desa Ringinanom.

Tim MMD UB Kelompok 68 berfoto bersama usai memberikan materi sosialisasi pemberdayaan dan rebranding kemasan kepada masyarakat di Balai Desa Ringinanom.

BLITAR | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, mengikuti sosialisasi dan workshop digitalisasi pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 68 untuk mengoptimalkan potensi produk lokal.

Sebelumnya, produk unggulan desa seperti olahan singkong, pare, kerupuk, dan jamur hanya dipasarkan secara lisan atau di pasar kecamatan.

Berdasarkan survei MMD UB, hampir 90 persen UMKM setempat belum pernah menggunakan internet sebagai sarana pemasaran akibat keterbatasan pemahaman, kendala perangkat, dan pencatatan keuangan yang masih manual. Untuk mengatasi hal tersebut, program pelatihan dibagi menjadi beberapa fokus utama:

  1. Desain dan Kemasan: Mahasiswa melatih pelaku UMKM menggunakan aplikasi Canva di ponsel untuk membuat logo dan label kemasan secara mandiri tanpa biaya mahal.
  2. Akses Pembayaran Digital: Tim MMD memberikan pendampingan langsung dalam pembuatan QRIS agar pelaku usaha siap melayani transaksi non-tunai.
  3. Pencatatan via Ubrand: Peserta diperkenalkan pada platform ubrand.id milik UB untuk menyusun Business Model Canvas, membuat identitas merek, dan melakukan pencatatan penjualan secara digital.
  4. Fasilitasi QR Code: Mahasiswa berhasil mencetak dan membagikan 20 QR Code dari Ubrand kepada para pelaku UMKM Ringinanom.

Beberapa hari pasca-kegiatan, sejumlah pelaku UMKM langsung mempraktikkan ilmu tersebut dengan mempromosikan produk kemasan baru mereka melalui media sosial Instagram hingga berhasil menarik pesanan dari luar desa. Dosen pembimbing pengabdian UB, Dr. Arif Yustina Maulana Noor, S.TP., M.Agr., menyebut bahwa integrasi mini shopping cart dan QRIS sangat efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM. Guna menjaga keberlanjutan program yang mendukung SDG 8, SDG 4, dan SDG 17 ini, mahasiswa turut menyerahkan modul panduan digitalisasi kepada perangkat desa setempat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.