Langsung ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Seminar FORTEI Jatim di UMM, Wamendiktisaintek Soroti Karakter SDM di Era AI

Ratusan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur berkumpul di GKB 4 lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Sesi foto bersama para peserta dan narasumber Seminar Nasional serta Muswil FORTEI Regional VII Jawa Timur di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (27/8/2026).

Sesi foto bersama para peserta dan narasumber Seminar Nasional serta Muswil FORTEI Regional VII Jawa Timur di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (27/8/2026). (Foto: Humas UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ratusan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur berkumpul di GKB 4 lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam perhelatan Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) Regional VII, Kamis (27/8/2026).

Agenda ini menyoroti transformasi pendidikan teknik elektro melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) dan green technology, sekaligus merumuskan arah kolaborasi strategis antar-kampus ke depan.
​Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa inovasi teknologi yang melesat cepat harus diimbangi oleh kematangan sumber daya manusia (SDM).

Perguruan tinggi tidak boleh hanya fokus pada keahlian teknis, melainkan wajib membangun karakter mahasiswanya agar teknologi digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Baca juga: Faizah Salsabila Said, Mahasiswi FITK UIN Malang Raih Juara 3 Kategori Podcast Audio di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Baca juga: Kolaborasi Unggul Universitas Negeri Malang dan MTs Almaarif 01 Singosari: Mengakselerasi Kompetensi Guru melalui PTK Berbasis Artificial Intelligence

​”Problem kita bukan pada teknologinya, tetapi pada sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi. Perguruan tinggi perlu memberikan ruang untuk membentuk karakter pengguna teknologi. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika AI berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang,” tegas Prof. Fauzan.

​Terkait green technology, Prof. Fauzan menilai bahwa secanggih apa pun inovasi ramah lingkungan diciptakan, dampaknya tidak akan optimal jika masyarakat belum memiliki pola pikir yang selaras. “Green technology sebenarnya membutuhkan kesadaran secara kolektif. Itu harus dimulai dari mindset kita,” imbuhnya.

​Sementara itu, Ketua FORTEI Regional VII Jawa Timur, Dr. Eng. I Komang Somawirata, S.T., M.T., menjadikan Muswil ini sebagai ajang mempererat sinergi antar-program studi teknik elektro di wilayahnya. Ia mendorong agar forum ini menghasilkan langkah nyata, bukan sebatas diskusi di atas kertas.

“Harapannya perguruan tinggi anggota FORTEI dapat saling membantu dalam mengembangkan pendidikan teknik elektro. Jejaring yang terbentuk melalui organisasi perlu dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang konkret,” paparnya.

​Dukungan serupa datang dari Dekan Fakultas Teknik UMM, Prof. Dr. Ir. Sulianto, M.T., yang menuntut adanya ekosistem pendidikan adaptif melalui kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri.

“Kita memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif. Hasil musyawarah diharapkan tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang memberi dampak bagi pendidikan dan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.