Langsung ke konten
Kamis, 27 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Al Umar

Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Al Umar Jatirejo, Ngawi.

Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Al Umar Jatirejo, Ngawi./dok.QONY

Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Al Umar Jatirejo, Ngawi./dok.QONY

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al Umar Jatirejo, di dusun Ngebak RT 003/003, desa Kedunggudel, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo melantunkan shalawat dengan penuh penghayatan.

Suasana makin meriah dengan adanya dekorasi dari pemuda masjid, untuk memperingati hari lahir manusia kekasih Allah dan idola umat, Muhammad SAW pada Selasa (25/8/2026) malam.

Baca juga: Dongeng Boneka Kak Qochan, MIM Ngrendeng Ngawi Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Antusiasme Jamaah Maulid Nabi Muhammad SAW di Jatirejo

Antusiasme jamaah dalam mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al Umar Jatirejo terlihat dari beragam aneka sajian yang dibawa untuk memeriahkan acara.

Mulai dari aneka perabot rumah tangga yang digantung, jajanan, kopi, teh, uang tunai sayuran, buah-buahan, hingga pohon pisang yang dihias dengan telur serta berbagai hiasan kertas warna-warni.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari semarak kebersamaan warga dalam menyambut Maulid Nabi.

Kegiatan juga semakin menarik dengan adanya doorprize dari KH Rohadi bagi jamaah yang beruntung. Salah satunya adalah Bella, yang mendapatkan hadiah berupa kipas angin.

Keceriaan pun pecah ketika nama-nama jamaah dipanggil untuk menerima hadiah.

Kajian Kitab Ar-Rahiq al-Makhtum

Dalam kesempatan tersebut, KH Rohadi juga menyampaikan kajian dengan menerangkan Kitab Ar-Rahiq al-Makhtum jus 5 halaman 123, terkait amaliyah warga Nahdliyin, yakni tradisi tahlilan yang selama ini berkembang di masyarakat.

KH Rohadi mengimbau jamaah agar tetap menjaga dan tidak meninggalkan amaliyah NU yang telah menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat.

“Jangan meninggalkan amaliyah NU,” pesan KH Rohadi kepada jamaah, sebagai bentuk keistikamahan meneladani perilaku Rasulullah SAW.

Menurutnya, amaliyah seperti tahlilan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga tradisi keagamaan, serta menghidupkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat, dan wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Baca juga: Ustaz Syahrul Mushtofa di Rutinan Lailatul Ijtima MWCNU Widodaren Ngawi: Gusti Allah Tidak Kurang Jalan

Semarak dari Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo

Semarak Maulid Nabi di Masjid Jami Al Umar Jatirejo juga tidak lepas dari peran Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo dan para pemuda Masjid Jami Al Umar.

Keterlibatan generasi muda menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dapat terus dirawat dan dikembangkan melalui kreativitas anak-anak muda.

Kehadiran Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Lantunan shalawat yang dibawakan bersama semangat para pemuda membuat suasana peringatan Maulid semakin hidup, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, jamaah tidak hanya diajak mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat kecintaan kepada Nabi, menjaga amaliyah NU, serta mempererat persaudaraan antarwarga.

Semangat Hadrah Kasyful Anwar Jatirejo bersama pemuda Masjid Jami Al Umar menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat terus tumbuh melalui kolaborasi lintas generasi, tradisi yang dijaga, dan kebersamaan masyarakat.(QONY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.