Langsung ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Tegaskan, Muktamar NU ke-35: Meski Tanpa Hak Voting, Tegaskan Kekuatan Suara Kultural Fatayat

Di tengah euforia tersebut, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), menegaskan bahwa badan otonom (Banom) seperti Fatayat memang

Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur sekaligus DPD RI, Dr. Lia Istifhama, hadir di tengah agenda organisasi

Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur sekaligus DPD RI, Dr. Lia Istifhama, hadir di tengah agenda organisasi

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika suksesi kepemimpinan PBNU kian menjadi sorotan. Di tengah euforia tersebut, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), menegaskan bahwa badan otonom (Banom) seperti Fatayat memang diposisikan sebagai peninjau tanpa hak suara struktural. Namun, perempuan NU tetap memegang kendali atas suara kultural yang vital bagi masa depan organisasi.

“Kalau bicara Banom NU seperti Fatayat, posisinya adalah sebagai observer. Tapi keberlangsungan generasi Nahdliyin ada di tangan pola didikan perempuan NU,” tegas Ning Lia. Ia mengajak seluruh kader perempuan NU untuk terus mengambil peran strategis di ruang publik dengan slogan, “Ayo kita berperan, jangan sampai baperan”.

Fokus Pemberdayaan Akar Rumput dan Tantangan Digital

Sebagai wujud nyata “Jalan Pulang NU ke Jamaah”, Ning Lia mendorong implementasi program yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Kekuatan NU, menurutnya, tidak sekadar pada dinamika elite, melainkan pada solusi nyata di tingkat bawah.

Sebagai wujud nyata “Jalan Pulang NU ke Jamaah”, Ning Lia mendorong implementasi program yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Kekuatan NU, menurutnya, tidak sekadar pada dinamika elite, melainkan pada solusi nyata di tingkat bawah.

Baca juga: Perkuat Pertanian Berkelanjutan Desa Menganto, KKN Nawahita 9 UPNVJT Hadirkan Inovasi Alat Penebar PupukBaca juga: PAC Fatayat NU Widodaren Ngawi Gelar Senam Massal Sambut HUT RI dan Milad Ketua, Bukti Semangat Kebersamaan dan Hidup Sehat

Beberapa fokus utama pemberdayaan perempuan Nahdliyin meliputi:

  • Benteng Era AI: Menjadikan sosok ibu sebagai pengawas sekaligus sahabat anak agar melek digital tanpa menjadi korban dampak negatif teknologi, seperti judi online.
  • Kemandirian Ekonomi: Mendorong akses permodalan bagi usaha mikro jamaah perempuan melalui kolaborasi seperti Baznas Microfinance Majelis Taklim (BMMT).
  • Program Sosial Berkelanjutan: Menggiatkan inisiatif pemberdayaan seperti Desa Sahabat, forum daiyah, dan kampanye peduli lingkungan.

Netralitas Terbuka untuk Caketum PBNU

Terkait bursa Calon Ketua Umum (Caketum) PBNU, Ning Lia memilih untuk tidak terjebak dalam arus dukung-mendukung kandidat. Ia menilai seluruh figur yang mencuat adalah tokoh bangsa dengan kapasitas yang tak diragukan.

Siapa pun yang kelak menakhodai ormas Islam terbesar di Indonesia ini, ia berharap sosok tersebut mampu menjaga marwah NU dan memastikan denyut nadi organisasi tetap selaras dengan keluarga, pesantren, majelis taklim, dan jutaan jamaah di akar rumput.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.