Langsung ke konten
Kamis, 27 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Atasi Kelangkaan BBM, Tim Ekspedisi Patriot UB Kenalkan Kompor Biomassa untuk UMKM Sorong

PAPUA | JATIMSATUNEWS.COM: Kelangkaan minyak tanah dan mahalnya gas elpiji kerap menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Anggota Tim Ekspedisi Patriot 2 Universitas Brawijaya tengah mendemonstrasikan inovasi kompor biomassa kepada tokoh masyarakat dan pelaku UMKM di stan Pameran UMKM Nusantara, Alun-Alun Kota Aimas, Kabupaten Sorong.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot 2 Universitas Brawijaya tengah mendemonstrasikan inovasi kompor biomassa kepada tokoh masyarakat dan pelaku UMKM di stan Pameran UMKM Nusantara, Alun-Alun Kota Aimas, Kabupaten Sorong. (Foto: Humas UB)

PAPUA | JATIMSATUNEWS.COM: Kelangkaan minyak tanah dan mahalnya gas elpiji kerap menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta rumah tangga di Sorong. Menjawab tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2 Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan solusi teknologi tepat guna berupa inovasi kompor biomassa.

Inovasi ini dipamerkan langsung dalam ajang Pameran UMKM Nusantara di Alun-Alun Kota Aimas, Kabupaten Sorong, pada 21–22 Agustus 2026. Tim yang diketuai oleh Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB ini mendemonstrasikan penggunaan kompor yang hanya memanfaatkan limbah lingkungan seperti kayu kering, serbuk kayu, dan batok kelapa.

Berdasarkan temuan tim di lapangan, pelaku UMKM di Sorong rata-rata membutuhkan 15-30 liter minyak tanah untuk sekali produksi. Bahkan, ada yang harus merogoh kocek hingga Rp1,2 juta hanya untuk membeli satu truk kayu bakar. Hadirnya kompor biomassa yang dilengkapi pengatur suhu bertenaga listrik ringan ini menjadi angin segar.
Sekretaris Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Sorong, Sutardjo Pongluturan, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan mahasiswa UB ini.

“Sorong ini kota minyak, tapi kadang BBM sulit didapat. Kompor biomassa ini mantap sekali, cocok untuk UMKM dan rumah tangga. Nyalanya bisa diatur maksimum maupun minimum tanpa repot mencari minyak tanah,” ungkap Sutardjo.

Pujian serupa juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Papua Barat Daya, Jhony Weinand Dawan. Ia menyebut inovasi ini sebagai solusi konkret atas keluhan para pengusaha kecil.

“Luar biasa! Bahannya gampang dicari, tinggal colok listrik langsung nyala. Kita tidak perlu lagi berkelahi gara-gara minyak tanah langka atau gas habis. UB number one!” tegasnya antusias.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh para pelaku UMKM setempat. Ny. Julike, pengusaha Sambal Roa, mengaku sangat terbantu mengingat akses gas dan minyak tanah sering kali tak terjangkau masyarakat menengah ke bawah. Sementara itu, Ny. Aria, pelaku UMKM keripik skala besar, memberikan masukan agar tim UB ke depan dapat merancang kompor biomassa dengan kapasitas raksasa untuk menunjang produksi tingkat lanjut.

Melihat respons positif dan tingginya permintaan, Tim Ekspedisi Patriot UB yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi RI ini tak berhenti di pameran. Mereka berencana memperluas sosialisasi inovasi ramah lingkungan ini ke wilayah transmigrasi seperti Distrik Klamono, Klasafet, dan Malabotom, demi mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi masyarakat lokal.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.