BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa KKN Kelompok 10 SDGs Bojonegoro UPN “Veteran” Jawa Timur mengajak perempuan Desa Mojosari, Bojonegoro, untuk lebih mengenali dan memprioritaskan kebutuhan dirinya melalui sosialisasi bertajuk “Di Antara Peran dan Mimpi”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5, yaitu kesetaraan gender, khususnya melalui upaya pemberdayaan perempuan agar lebih mampu mengenali kebutuhan, potensi, dan perannya dalam kehidupan. Kegiatan yang dilaksanakan bersama ibu-ibu Desa Mojosari tersebut membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara berbagai peran perempuan dengan kebutuhan, perasaan, dan impian pribadi.
Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan sering menjalankan beberapa peran sekaligus, seperti menjadi ibu, istri, anggota masyarakat, maupun pekerja atau profesional. Oleh karena itu, peserta diajak untuk lebih mengenali diri dan memahami perasaan yang sedang dirasakan. Selain itu, materi yang diberikan juga membahas pentingnya membangun batasan yang sehat dalam berhubungan dengan orang lain serta berani menyampaikan kebutuhan tanpa mengabaikan tanggung jawab yang dimiliki.
Kegiatan ini menghadirkan Qurrotu ‘Ainin, M.Psi., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Ainin menjelaskan bahwa perempuan tetap dapat menjalankan berbagai peran secara seimbang tanpa kehilangan jati dirinya. Menurutnya, keseimbangan tersebut dapat dimulai dengan mengenali dan berdamai dengan diri sendiri, berbuat baik kepada diri sendiri, serta menyadari bahwa setiap orang memiliki tantangan yang berbeda.
“Perempuan dapat menjalankan dan membagi berbagai perannya secara seimbang, baik sebagai ibu, istri, seorang profesional, maupun sebagai dirinya sendiri,” ujar Ainin. Ia juga menekankan pentingnya menerima dan memvalidasi perasaan yang sedang dirasakan, bukan justru menyangkalnya. Perasaan yang terus-menerus diabaikan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Karena itu, perempuan perlu memahami apa yang sedang dirasakan agar dapat mengenali kondisi dan kebutuhan dirinya dengan lebih baik.
Selain mengenali perasaan, Ainin mengajak peserta untuk membangun batasan yang sehat dalam berhubungan dengan orang lain. Perempuan perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan kebutuhan dan mengatakan “tidak” ketika diperlukan, tanpa harus terus-menerus memaksakan diri demi memenuhi keinginan orang lain.
Menurut Ainin, memprioritaskan diri sendiri bukan berarti mengabaikan orang lain. Ia berharap peserta memperoleh pandangan baru bahwa memberikan perhatian terhadap kebutuhan pribadi merupakan hal yang wajar dan penting. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta menyampaikan keinginan dan kebutuhannya secara sehat tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Melalui sesi tersebut, ibu-ibu Desa Mojosari dapat berbagi pengalaman sekaligus merefleksikan berbagai hal yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber juga memberikan apresiasi kepada peserta yang telah berusaha menjalankan berbagai peran dengan tangguh dan tetap berusaha menghadapi setiap tantangan. Ia mengingatkan bahwa memprioritaskan diri bukan berarti mengabaikan orang lain, melainkan memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk beristirahat dan memenuhi kebutuhan pribadi.
Ainin turut memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berusaha menjalankan berbagai peran dalam kehidupannya. Ia menilai perempuan memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tuntutan, tetapi tetap perlu memberikan ruang bagi dirinya untuk beristirahat dan menjadi dirinya sendiri.
“Jangan lupa memberikan jeda dan kesempatan bagi diri sendiri untuk beristirahat. Tetaplah memberikan ruang untuk menjadi diri sendiri, bukan hanya menjadi sosok yang dibutuhkan oleh orang lain,” pesan Ainin.
Melalui sosialisasi “Di Antara Peran dan Mimpi”, mahasiswa KKN Kelompok 10 SDGs Bojonegoro berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diharapkan mampu menjadi perempuan yang lebih utuh, berdaya, dan bermakna dengan tetap menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masing-masing. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 10 SDGs Bojonegoro membagikan paket sembako kepada ibu-ibu Desa Mojosari yang hadir sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Mahasiswa KKN 10 Bojonegoro UPN “Veteran” Jawa Timur


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.