Langsung ke konten
Senin, 24 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

Dorong Efisiensi Pertanian, Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 10 Hadirkan SIPADAT Sebagai Teknologi Tepat Guna Bagi Petani Desa Mojosari

Dokumentasi Dorong Efisiensi Pertanian, Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 10 Hadirkan SIPADAT Sebagai Teknologi Tepat Guna Bagi Petani Desa Mojosari

BOJONERGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur kelompok 10 melaksanakan kegiatan penyerahan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan menghadirkan inovasi SIPADAT (Sistem Pemupukan Padi dan Tembakau) kepada masyarakat khususnya petani di Desa Mojosari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di bidang pertanian. Kehadiran SIPADAT diharapkan dapat membantu dan mempermudah aktivitas pertanian masyarakat setempat, khususnya dalam proses pemupukan padi dan tembakau. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi sederhana yang diharapkan dapat membantu dan mempermudah aktivitas pertanian masyarakat setempat.

SIPADAT dikembangkan sebagai alat yang dapat membantu proses pemupukan tanaman padi dan tembakau agar lebih praktis dan efisien. Inovasi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat Desa Mojosari yang sebagian besar memiliki aktivitas di bidang pertanian. Melalui pengembangan teknologi tepat guna, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat inovatif, tetapi juga dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Kegiatan penyerahan SIPADAT berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh perangkat Desa Mojosari, Perwakilan seluruh ketua RT dan RW Desa Mojosari, serta pengurus dari GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani). Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan penyerahan SIPADAT, karena nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para petani. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat mahasiswa memberikan penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, serta manfaat alat yang telah dikembangkan.

Sebelum sampai pada tahap penyerahan, mahasiswa KKN melalui berbagai proses mulai dari menentukan konsep, merancang desain, mengumpulkan bahan, hingga melakukan perakitan dan penyempurnaan alat. Proses tersebut tidak serta merta berjalan lancar tanpa kendala. Mahasiswa perlu melakukan beberapa penyesuaian agar desain dan fungsi SIPADAT dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani serta kondisi penggunaan di lapangan. Berbagai pertimbangan tersebut dilakukan agar alat yang dihasilkan tidak hanya dapat digunakan, tetapi juga mampu memberikan manfaat sesuai dengan tujuan awal pembuatan TTG.

Seluruh proses pengembangan SIPADAT dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN. Pembagian tugas dilakukan mulai dari tahap perancangan, penyediaan bahan, proses pembuatan, hingga persiapan kegiatan penyerahan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan alat dan mempersiapkan kegiatan dalam waktu yang terbilang sangat singkat. Selain menghasilkan sebuah inovasi, proses tersebut juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide menjadi sebuah produk yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Reyhan Robi selaku Penanggung Jawab (PJ) kegiatan penyerahan TTG SIPADAT menyampaikan bahwa persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Meskipun demikian, kerja sama antaranggota membuat seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Alhamdulillah, acara penyerahan TTG SIPADAT dapat berjalan dengan lancar. Meskipun persiapannya cukup mepet, teman-teman panitia saling membantu sehingga acara tetap dapat berjalan dengan baik,” ujar Reyhan.

Pelaksanaan program kerja tersebut turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arista Pratama, S.Kom., M.Kom. Dalam proses pendampingan, beliau memberikan informasi, arahan, dan masukan kepada mahasiswa terkait pelaksanaan program, termasuk pentingnya memperhatikan keberlanjutan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) setelah masa KKN berakhir. Arahan tersebut menjadi salah satu dorongan bagi mahasiswa agar SIPADAT tidak hanya menjadi hasil dari program kerja KKN, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Mojosari sesuai dengan kebutuhan di bidang pertanian.

Bagi mahasiswa KKN, proses pembuatan SIPADAT juga menjadi pengalaman dalam memahami bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi teknologi yang dapat digunakan secara nyata. Mahasiswa KKN tidak hanya dituntut untuk menghasilkan alat, tetapi juga perlu mempertimbangkan kesesuaian alat dengan kebutuhan masyarakat. Proses tersebut memberikan pembelajaran mengenai pentingnya sebuah komunikasi, kerja sama, pembagian tugas, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan sebuah program kerja secara bersama-sama.

Penyerahan SIPADAT menjadi momen tersendiri bagi mahasiswa setelah melalui berbagai tahapan pengembangan. Alat yang sebelumnya berupa ide dan rancangan akhirnya dapat diwujudkan dan diserahkan kepada masyarakat Desa Mojosari. Tahapan penyerahan alat TTG tersebut sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban mahasiswa terhadap program kerja yang telah dirancang serta menjadi awal dari pemanfaatan alat oleh masyarakat.

Selain berfokus pada penyelesaian alat, mahasiswa KKN juga berharap adanya keberlanjutan dalam pemanfaatan SIPADAT setelah kegiatan KKN selesai. Teknologi yang telah diserahkan diharapkan dapat digunakan oleh para petani sesuai dengan kebutuhan serta dapat terus dikembangkan apabila ditemukan kekurangan dalam penggunaannya. Dengan demikian, manfaat SIPADAT tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan program kerja KKN, tetapi dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Menurut Reyhan, keberhasilan SIPADAT tidak hanya diukur dari selesainya proses pembuatan dan penyerahan alat, tetapi juga dari sejauh mana alat tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.  “Bagi saya, keberhasilan alat ini bukan hanya ketika alatnya selesai dibuat, tetapi ketika alat ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi para petani,” tambahnya. Reyhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN yang telah membantu selama proses pengembangan hingga penyerahan SIPADAT. Ia turut mengapresiasi perangkat Desa Mojosari, Jajaran pengurus GAPOKTA (Gerakan Kelompok Tani), serta para ketua RT dan RW yang antusias menerima inovasi tersebut.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 10 berharap SIPADAT dapat menjadi salah satu inovasi yang membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian, khususnya proses pemupukan padi dan tembakau. Keberadaan alat ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bahwa teknologi sederhana dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diterapkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Penyerahan SIPADAT menjadi salah satu wujud nyata peran mahasiswa dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penerapan ilmu, kreativitas, dan inovasi. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah Desa Mojosari, serta kelompok tani diharapkan dapat mendorong keberlanjutan pemanfaatan teknologi tepat guna dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 10 turut berupaya meninggalkan hasil program yang tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi Desa Mojosari.

Penulis : Mahasiswa KKN 10 Bojonegoro UPN “Veteran” Jawa Timur

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.