Langsung ke konten
Senin, 24 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Nasional

Madura Tak Akan Pernah Padam, Ning Lia Ungkap Kekuatan Diaspora di Perantauan

Anggota DPD RI Jatim, Dr. Hj. Lia Istifhama (Ning Lia), memaparkan pandangannya terkait resiliensi dan transformasi ekonomi masyarakat perantauan dalam agenda bedah buku Diaspora Madura di Bangkalan.

Anggota DPD RI Jatim, Dr. Hj. Lia Istifhama (Ning Lia), memaparkan pandangannya terkait resiliensi dan transformasi ekonomi masyarakat perantauan dalam agenda bedah buku Diaspora Madura di Bangkalan. (Foto: Tim Lia Istifhama, istimewa)

MADURA | JATIMSATUNEWS.COM: Ketangguhan masyarakat perantauan asal Madura kembali menjadi sorotan. Dalam acara bedah buku Diaspora Madura karya Dr. Abdur Rozaki di Bangkalan, Sabtu (23/8/2026), Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, menegaskan bahwa identitas dan semangat juang warga Madura tidak akan pernah padam.


Ning Lia, sapaan akrabnya, menilai buku tersebut tidak sekadar mencatat sejarah migrasi, melainkan merekam resiliensi luar biasa warga Madura di tanah rantau. Ia menyoroti etos kerja keras dan kuatnya sense of belonging sebagai modal sosial utama masyarakat Madura.


“Walaupun berbeda orang tua, ikatan sesama warga Madura itu luar biasa. Strategi out of the box seperti menjamurnya Warung Madura di berbagai daerah adalah bukti konkret bagaimana modal sosial bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi mandiri,” tegas Ning Lia.


Buku Diaspora Madura ini mengupas tiga narasi utama: resiliensi, strategi, dan transformasi. Kisah sukses adaptasi ini tergambar dari kiprah Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) di Kalimantan Barat yang mampu meredam konflik etnik, membangun harmoni multikultural, serta mendirikan lembaga pendidikan inklusif.


Lebih jauh, Ning Lia berharap agar kemandirian ekonomi masyarakat Madura ke depannya terus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya yang berbasis pesantren, demi memperkokoh fondasi kebangsaan dan mematahkan berbagai stigma negatif.


Acara literasi yang didukung Harian Bangsa dan Intensif Books ini berlangsung gayeng dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kadis Kelautan dan Perikanan Jatim M. Isa Anshori, Ketua MUI Pusat KH Masduki Baidlowi, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Syaiful, penulis buku, serta deretan ulama kharismatik Madura.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.