Langsung ke konten
Kamis, 3 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Kepala KPPN Malang Sampaikan Anggaran Pendidikan 20 Persen APBN Adalah Investasi Strategis untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Kepala KPPN Malang Muhammad Rusna 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai amanat konstitusi sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul menuju Generasi Emas 2045.

Kepala KPPN Malang, Muhammad Rusna, mengatakan bahwa alokasi anggaran pendidikan tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk keberpihakan negara terhadap pembangunan manusia yang menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.

“Anggaran pendidikan 20 persen itu merupakan amanat Undang-Undang sebagai bentuk komitmen negara terhadap sektor yang sangat strategis, yaitu pembangunan sumber daya manusia. Sama halnya dengan sektor kesehatan yang mendapat porsi minimal lima persen, pendidikan menjadi prioritas utama dalam membangun masa depan Indonesia,” ujar Rusna, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, anggaran pendidikan tidak hanya disalurkan melalui Kementerian Pendidikan, tetapi juga tersebar di berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah yang memiliki program dan kegiatan pendidikan.

“Kalau masyarakat melihat anggaran pendidikan hanya ada di Kementerian Pendidikan, itu kurang tepat. Anggaran ini juga dialokasikan melalui Kementerian Agama, Transfer ke Daerah (TKD), serta kementerian lain yang memiliki satuan pendidikan maupun program peningkatan kualitas SDM,” jelasnya.

Rusna menuturkan bahwa sebagian besar anggaran tersebut juga digunakan untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan guru, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, bantuan operasional sekolah, beasiswa, hingga berbagai program peningkatan mutu pendidikan nasional.

Iklan

Ia menegaskan, tanpa keberpihakan terhadap sektor pendidikan, sulit bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera.

“Tidak akan ada negara yang makmur tanpa investasi yang kuat pada sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas generasi muda agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global,” tegasnya.

Rusna menambahkan, keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Komitmen mempertahankan anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBN menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga amanat konstitusi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Selain meningkatkan kualitas peserta didik, anggaran tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, serta menciptakan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan dukungan anggaran yang konsisten, pemerintah berharap kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat sehingga mampu melahirkan SDM yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.