Langsung ke konten
Rabu, 9 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Bina Desa Agribisnis Hadirkan Inovasi GALAKSI (Galon Airlock Siwalan) untuk Mengolah Limbah Siwalan Menjadi Pupuk Organik Cair

Gambar 1. Penyampaian Materi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair
 

TUBAN | JATIMSATUNEWS.COM – Di balik melimpahnya
produksi siwalan yang menjadi salah satu potensi unggulan Desa Ngujuran,
Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, terdapat permasalahan yang selama ini belum
banyak mendapat perhatian, yaitu penumpukan limbah kulit dan sabut siwalan
hasil pengolahan buah. Limbah tersebut umumnya hanya dibuang atau dibiarkan
menumpuk di sekitar lokasi pengolahan sehingga berpotensi mengganggu kebersihan
lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melihat kondisi
tersebut, Tim Bina Desa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah siwalan menjadi pupuk
organik cair (POC) sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus
meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal. 

Gambar 2. Audiens Kegiatan Sosialisasi

Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga demonstrasi langsung mengenai pemanfaatan limbah siwalan menjadi pupuk organik cair. Melalui demonstrasi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Selain itu, Tim Bina Desa turut memperkenalkan penggunaan EM4 sebagai bioaktivator yang membantu mempercepat proses penguraian bahan organik. Penggunaan teknologi sederhana ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengelola limbah organik secara mandiri di lingkungan sekitar.

Gambar 3. GALAKSI(Galon Airlock Kulit Siwalan)

Kehadiran GALAKSI mendapat perhatian besar dari peserta karena menawarkan solusi yang mudah diaplikasikan dengan memanfaatkan bahan yang relatif sederhana dan terjangkau. Para peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses fermentasi, penggunaan pupuk organik cair, hingga peluang penerapannya pada berbagai komoditas pertanian yang mereka budidayakan. Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah siwalan yang selama ini belum pernah dicoba oleh masyarakat. Menurutnya, pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair dapat membantu mengurangi limbah sekaligus memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian sehari-hari.

Gambar 4. Dokumentasi Foto Bersama

Selain memberikan
solusi terhadap permasalahan limbah organik, program ini juga mendukung
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya
SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDGs 15
tentang menjaga ekosistem daratan melalui pemanfaatan sumber daya secara
berkelanjutan.


Penulis:
Mirza Andrian Syah, S.P., M.P.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.