Langsung ke konten
Rabu, 9 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Inovasi SAPA 129, Dorong Masyarakat Berani Laporkan Kekerasan Perempuan dan Anak

 

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Inovasi SAPA 129, Dorong Masyarakat Berani Laporkan Kekerasan Perempuan dan Anak

SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Lia Istifhama, mengapresiasi inovasi layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ia menilai program tersebut sebagai langkah efektif dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Menurut Lia, kehadiran SAPA 129 merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan yang lebih luas dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya korban kekerasan.

“Program SAPA 129 harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, khususnya bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (24/03/2026).

Iklan

Lia menjelaskan, penguatan layanan SAPA 129 tidak hanya berfungsi sebagai saluran pengaduan, tetapi juga sebagai sistem terpadu yang mampu mempercepat penanganan laporan. Melalui layanan ini, korban dapat memperoleh pendampingan secara komprehensif, mulai dari aspek hukum, psikologis, hingga sosial.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah strategis tersebut selaras dengan arah kebijakan yang diusung Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam berbagai program prioritasnya, Menteri PPPA menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup serta perlindungan menyeluruh bagi perempuan dan anak.

Adapun program prioritas tersebut mencakup penguatan ruang aman bagi perempuan dan anak, optimalisasi layanan pengaduan kekerasan melalui SAPA 129 yang lebih responsif, serta pengembangan sistem data perempuan dan anak berbasis desa guna mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Dengan sistem yang lebih responsif dan terintegrasi, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk melapor. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan dilakukan,” tegas Lia.

Tak hanya itu, Senator asal Jawa Timur tersebut juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif melakukan sosialisasi layanan SAPA 129 agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka kekerasan.

Melalui optimalisasi layanan SAPA 129, Lia berharap upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan lebih maksimal. Ia juga optimistis, dengan dukungan semua pihak, Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi bagi perempuan dan anak di masa depan. ANS

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.