Langsung ke konten
Senin, 7 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Partisipasi Mahasiswa PMM UMM Bersama Desa Ngadirejo Sukseskan Acara Motor Trail “Kentheng Degleg” dan Jalin Kebersamaan Warga

 

Komunitas Motor
Trail yang berada di Pos Scruit dalam Acara “Kentheng Degleg” untuk memeriahkan
Acara di Desa Ngadirejo. Kab. Trenggalek

TRENGGALEK | JATIMSATUNEWS.COM – Para mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah
Malang, yang tergabung dalam Kelompok 104 Pengabdian Kepada Masyarakat oleh
Mahasiswa (PMM) Gelombang 2, yang sedang menjalani kegiatan PMM di Kabupaten
Trenggalek dan Desa Ngadirejo, diberikan kepercayaan untuk menjadi bagian
panitia acara besar yang bernama “Kentheng Degleg” di Desa Ngadirejo.

Mahasiswa PMM dari Kelompok 104 diberikan arahan
oleh Panitia Internal Kentheng Degleg untuk menjadi panitia Scrut. Panitia
Scrut ini membantu melakukan pengecekkan dan memberikan tanda di stiker
registrasi yang berada di body trail milik pengguna motor trail tersebut sebelum
pemain motor trail melanjutkan ke jalur track yang sudah disediakan. 

Acara Kentheng Degleg ini diambil dari filosofi
batu yang ada di atas gunung yang menjuntai ke arah bawah dan merupakan nama
asli Gunung yang berada di selatan desa Ngadirejo. Acara ini dimeriahkan oleh
para pecinta motor trail yang menyukai tantangan di jalur yang bebatuan dan
berpasir yang berlokasi di jalur Gunung Kentheng Degleg.

Kentheng Degleg merupakan acara rutin di desa
Ngadirejo yang dilaksanakan satu tahun sekali setiap bulan Juli dengan
mengundang beberapa komunitas trail seperti Komunitas Superkirun, Jago Kapuk,
Konter Ijo Racing, dan beberapa komunitas dari Kota Blitar dan Kediri. 

Para pengguna motor trail yang ikut memeriahkan
acara tersebut mencapai 450 orang, tidak hanya dari Desa Ngadirejo saja, tetapi
banyak dari luar Kabupaten Trenggalek, seperti Kota Blitar, Kediri,
Tulungagung, dan Jember. Para pemain motor trail yang mengikuti Kentheng Degleg
pun dimulai dari laki-laki dan perempuan, seperti anak-anak, remaja, dan
dewasa.

Oleh : Sabrina Putri

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.