Langsung ke konten
Selasa, 22 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Opini

Kontroversi Penggunaan Sepeda BMX di Skatepark Tulungagung

 

Source: Instagram @sorot.tulungagung

Skatepark: ruang untuk berkarya, bukan ajang konflik. Mari saling memahami dan menciptakan lingkungan yang aman untuk semua.

OPINI | JATIMSATUNEWS.COM – Skatepark adalah fasilitas olahraga yang dirancang untuk berbagai aktivitas seperti skateboard, sepeda BMX, inline skate, dan sepatu roda agresif. Tempat ini menjadi ruang bagi komunitas untuk menyalurkan hobi, mengasah kemampuan, serta membangun solidaritas antar-pengguna. Namun, peristiwa yang terjadi di Tulungagung pada Minggu, 3 November 2024, menuai kontroversi dan membagi warganet dalam pro dan kontra.

Insiden bermula ketika seorang pemuda yang sedang bermain sepeda BMX di skatepark dilarang melanjutkan aktivitasnya. Larangan ini didasarkan pada kekhawatiran seorang warga (yang juga perekam video) bahwa permainan sepeda BMX dapat membahayakan anak-anak kecil yang sedang bermain di area skatepark selama Car Free Day (CFD). Pemuda tersebut tidak setuju, mengingat skatepark adalah fasilitas yang memang disediakan untuk aktivitas seperti bermain BMX, agar tidak mengganggu lalu lintas jalan.

Perdebatan semakin memanas ketika perekam video menyarankan penggunaan BMX hanya dilakukan di hari biasa (Senin-Sabtu) yang lebih sepi. Namun, si pemuda berargumen bahwa waktu tersebut tidak memungkinkan karena kesibukannya bekerja. Situasi ini akhirnya diintervensi oleh Satpol PP yang memberikan himbauan agar aktivitas BMX dihentikan sementara demi menjaga ketertiban umum, mengingat tingginya jumlah pengunjung CFD di Alun-Alun Tulungagung. Jika arahan tersebut diabaikan, Satpol PP mengancam akan menyita sepeda.

Setelah video
tersebut diunggah dan viral hingga penontonnya mencapai 750rb penonton, video
tersebut dibanjiri dengan komentar pro dan kontra, dari pihak pro mereka setuju
bahwa bermain sepeda BMX saat CFD itu membahayakan anak kecil karena banyak
anak kecil yang bermain prosotan di area skatepark.

Iklan

Di pihak kontra mereka berpendapat bahwa kebijakan dari Satpol PP dan
satetment dari si perekam video tersebut sangat salah, karena dari sisi manapun
yang namanya skatepark itu tempat untuk bermain skate dan sepda BMX, mereka
juga berpendapat bahwa harusnya orang tua juga lebih bijak lagi untuk
mengedukasi anaknya bahwa skatepark itu bukan untuk tempat bermain anak-anak kecil.

Menurut pendapat saya kebijakan dari
Satpol PP yang melarang komunitas BMX untuk menggunakan skatepark area itu
sangat salah. Kita jelas-jelas tahu bahwa skatepark area itu dirancang khusus
untuk bermain skate ataupun BMX, dan jika yang dipermasalahkan itu takut
membahayakan anak kecil, di Alun-Alun Tulungagung juga sudah memfasilitasi
wahana-wahana untuk anak kecil bermain, harusnya para orang tua lebih bijak
lagi dalam menggunakan fasilitas. Kita harus menggunakan fasilitas sesuai
dengan tempatnya.

Akhirnya, pihak perekam video membuat klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Instagram @v__p**** karena telah memicu kegaduhan. Ia juga meminta maaf secara langsung kepada komunitas BMX dan skateboard di Tulungagung. Satpol PP, melalui akun Instagram @satpolpptulungagung, turut mengklarifikasi dan memastikan telah berkomunikasi dengan kedua belah pihak. Semua pihak akhirnya memahami kesalahpahaman yang terjadi dan sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai.

Kapriati
Rohmah
Mahasiswa Universitas Airlangga

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.