Langsung ke konten
Minggu, 20 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Pendidikan

Intensifikasi Aksi Mahasiswa Kelas 2023 D Prodi S1 PBSI UNESA dalam Mata Kuliah Bahasa Indonesia untuk ABK Tingkat Lanjut

 

Mahasiswa S1 PBSI UNESA laksanakan intensifikasi aksi untuk pembelajaran Bahasa Indonesia adaptif bagi anak berkebutuhan khusus, dipandu oleh Dr. Yoga Rifqi Azizan.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM  Mahasiswa kelas 2023 D Program Studi S1
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) tengah melaksanakan intensifikasi aksi dalam mata kuliah Bahasa
Indonesia untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tingkat Lanjut, 
pada Selasa (27/5/25). Mata kuliah
ini diampu oleh Dr. Yoga Rifqi Azizan, M.Pd., yang juga menjabat sebagai
pembina kemahasiswaan S1 PBSI UNESA. 

Aksi intensifikasi ini bertujuan
memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap strategi pembelajaran Bahasa Indonesia
yang adaptif bagi anak berkebutuhan khusus di tingkat lanjut. Melalui berbagai
kegiatan, mahasiswa didorong untuk menerapkan pendekatan-pendekatan inovatif
yang responsif terhadap kebutuhan individual peserta didik ABK, baik dalam
aspek linguistik, sosial, maupun psikologis. 

Beberapa kegiatan yang dilakukan
dalam intensifikasi aksi ini antara lain, simulasi pengajaran Bahasa Indonesia
berbasis kebutuhan khusus di kelas inklusi, penyusunan perangkat pembelajaran
yang ramah ABK, diskusi kelompok terfokus mengenai kasus-kasus aktual di
lapangan. Presentasi hasil observasi dan praktik lapangan. 

Iklan

Aksi ini
dilaksanakan secara terjadwal, sesuai dengan jadwal kuliah semester genap
2024/2025, di mana mata kuliah Bahasa Indonesia untuk Anak Berkebutuhan
Khusus Tingkat Lanjut
untuk kelas 2023 D berlangsung setiap Selasa pukul
07.00 WIB. 

Sebagai dosen pengampu sekaligus pembina kemahasiswaan, Dr. Yoga
Rifqi Azizan, M.Pd. aktif membimbing mahasiswa dalam merancang dan mengevaluasi
aksi yang dilakukan. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi, empati, serta
inovasi dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif dan
efektif untuk ABK. 

Pihak Prodi S1 PBSI UNESA memberikan dukungan penuh terhadap
pelaksanaan aksi ini, sejalan dengan visi UNESA sebagai kampus yang mendorong
pendidikan inklusif dan berkeadilan. 

Melalui intensifikasi aksi ini, diharapkan
mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan
langsung di lingkungan pendidikan, sehingga lulusan PBSI UNESA siap menjadi
pendidik yang profesional dan peduli terhadap keberagaman peserta didik. 

“Aksi
ini menjadi wadah aktualisasi mahasiswa dalam menjawab tantangan pendidikan
inklusif di Indonesia. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di
sekolah-sekolah inklusi ke depannya,” ujar Dr. Yoga Rifqi Azizan, M.Pd. 

Kegiatan
ini menjadi salah satu langkah nyata UNESA dalam mendukung pengembangan
pendidikan Bahasa Indonesia yang adaptif bagi semua kalangan, khususnya anak
berkebutuhan khusus.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.