
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin hadir dalam aktivitas yang sebelumnya banyak mengandalkan proses berpikir manusia. Pencarian informasi, penyusunan gagasan, pemecahan masalah, hingga pengambilan keputusan kini dapat dilakukan bersama sistem yang mampu memberikan respons secara cepat dan adaptif. Perubahan ini menghadirkan persoalan baru bagi psikologi, terutama mengenai bagaimana keterlibatan AI memengaruhi cara manusia memperoleh, mengolah, mengevaluasi, dan menggunakan informasi.
Pembahasan tersebut menjadi perhatian dalam buku Algorithmic Minds: Ekologi Kognitif dan Transformasi Pola Berpikir yang disusun oleh tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Buku ini terutama dikembangkan sebagai referensi pembelajaran pada mata kuliah Psikologi Kognitif, sekaligus sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa dan pembaca yang ingin memahami hubungan antara proses kognitif manusia dan perkembangan kecerdasan artifisial.
Perspektif psikologi kognitif dan ekologi kognitif digunakan untuk melihat AI tidak hanya sebagai alat yang membantu menyelesaikan tugas. Perhatian juga diarahkan pada perubahan pembagian kerja kognitif antara manusia dan teknologi. Sebagian proses berpikir dapat tetap dilakukan oleh manusia, sebagian dibantu oleh AI, dan sebagian lainnya dapat dialihkan kepada sistem sesuai tuntutan tugas dan cara teknologi digunakan.
Buku ini membahas sejumlah konsep yang relevan dengan perubahan tersebut, seperti human–AI cognitive coupling, cognitive offloading,regulasi metakognitif, over-reliance, dan cognitive deskilling. Konsep-konsep tersebut membantu menjelaskan bahwa penggunaan AI dapat memberikan konsekuensi yang berbeda. AI dapat memperluas kemampuan manusia saat digunakan secara augmentatif, tetapi juga dapat mengurangi keterlibatan manusia dalam proses tertentu saat penggunaannya lebih bersifat substitutif.
Pembahasan mengenai hubungan tersebut kemudian dirangkum dalam Model Ekologi Kognitif Algoritmik. Model ini menggambarkan keterkaitan antara manusia, AI dan mekanisme algoritmik, informasi dan representasi, karakteristik tugas, serta lingkungan sosial dan institusional. Interaksi antarkomponen tersebut dapat menghasilkan redistribusi kerja kognitif yang kemudian dipengaruhi oleh kemampuan manusia untuk memantau, mengevaluasi, dan mengatur penggunaan AI.
Penggunaan AI yang berlangsugn secara berulang juga menjadi bahian penting dalam pembahasan buku.mCara seseorang menggunakan AI pada satu tugas dapat membentuk pengalaman, strategi, kebiasaan, keterampilan, serta keyakinannya terhadap kemampuan diri dan teknologi. AI karena itu tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan menyelesaikan tugas saat ini, tetapi juga dengan kemungkinan perubahan cara manusia menghadapi tugas berikutnya.
Model Ekologi Kognitif Algoritmik juga dikembangkan dalam bentuk poster edukatif bertajuk “Ekologi Kognitif Algoritmik: Bagaimana AI Mengubah Pembagian Kerja dan Pola Berpikir Manusia”Poster ini akan ditampilkan dalam Pameran Produk PPM Internal dan PPG UM 2026 yang diselenggarakan pada 25–26 November 2026 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Kehadirannya menjadi salah satu bentuk diseminasi gagasan buku sekaligus sarana untuk menyajikan hubungan antarkomponen model secara lebih ringkas dan mudah dipahami.
Algorithmic Minds diharapkan dapat mendukung pembelajaran Psikologi Kognitif agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi. Kehadiran AI membuat pembahasan mengenai memori, pengetahuan, penalaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan perlu ditempatkan dalam lingkungan yang berbeda dari sebelumnya. Buku ini mencoba membawa perubahan tersebut ke ruang pembelajaran dengan tetap menempatkan proses berpikir manusia sebagai pusat pembahasannya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.