Langsung ke konten
Senin, 9 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Produk Ecoprint Ibu Persit Kodim 0818 Pikat Peserta Seminar Internasional The 1st International Women’s Conference and Fatima Al Fihriyah Awards UIN Malang

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Wastra nusantara berbasis ramah lingkungan kian menancapkan eksistensinya sebagai simbol "kemewahan lokal" yang membanggakan.

Ika dan pembeli Bu Husnul di Pameran Internasional The 1st International Women's Conference and Fatima Al Fihriyah Awards

Ika dan pembeli Bu Husnul di Pameran Internasional The 1st International Women's Conference and Fatima Al Fihriyah Awards (Foto: Dok.pri Anis Hidayatie)

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Wastra nusantara berbasis ramah lingkungan menjadi sebagai simbol “kemewahan lokal” yang membanggakan. Hal tersebut dibuktikan oleh Sanggar Kreasi Mamalia (SKM), Jenama Kriya asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sukses memikat perhatian peserta dalam gelaran seminar dan pameran bertaraf internasional di UIN Malang.

Menghadirkan aneka busana siap pakai (ready to wear) seperti vest, outer, hingga tas bermotif dedaunan alami, booth pameran SKM ramai diserbu para pengunjung. Tersedia padu padan wastra untuk busana formal maupun harian. Memberikan warna tersendiri di acara The 1st International Women’s Conference and Fatima Al Fihriyah Awards Sabtu (7/10/2026) lalu.

Salah seorang pembeli bernama Husnul y mengaku sangat terkesan dengan koleksi ecoprint karya SKM. Menurutnya, selain kualitas bahan dan motif yang berkarakter premium, harga yang ditawarkan juga dinilai sangat terjangkau bagi para pencinta wastra lokal.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Sering kali banyak agenda acara yang mengharuskan kita memakai wastra, dan ecoprint ini memberikan kesan kemewahan lokal tersendiri. Kualitas bahannya premium, modelnya seperti outer ini pas, dan harganya sangat bersahabat,” ungkapnya.

Baca juga: Fakultas Syariah UIN Malang Gelar ICLC 2026 Bersama Tiga Universitas Luar Negeri, Perkuat Internasionalisasi Pembelajaran

Baca juga: Tak Kuasa Menahan Haru, Mahasiswa Internasional Kenang Kehangatan ISS 2026 FTIK UIN Malang

Iklan

Di balik kesuksesan produk kriya tersebut, terdapat sosok inspiratif seorang ibu Persit dari Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu, yakni wanita yang mengenalkan diri sebagai Bu Ika, owner sekaligus penggagas Sanggar Kreasi Mamalia (SKM). Ia menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam pameran internasional ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga ke kancah global.


“Salah satu tujuan kami tentu branding dan marketing agar karya ecoprint lokal ini makin dikenal luas, baik di seluruh Indonesia maupun pasar global, apalagi pesertanya banyak dari luar,” terang pegiat kriya asal Dau tersebut.

Lebih lanjut, Ika menambahkan bahwa keunggulan SKM tidak semata-mata bertumpu pada estetika visual produk jadi saja, melainkan juga berakar pada kekuatan literasi serta teknik pembuatan yang matang.

Sebagai instruktur dan trainer ecoprint yang aktif membina perajin di berbagai penjuru tanah air, ia juga telah menerbitkan buku panduan teknis pembuatan ecoprint secara mandiri.


“Kami ingin pembeli tidak hanya menikmati keindahan produknya, tetapi juga memahami proses dan nilai di baliknya. Karena itu, selain produk fesyen, kami juga membawa buku panduan ecoprint yang telah kami terbitkan agar masyarakat bisa turut belajar membuat sendiri kriya ramah lingkungan ini,” ucapnya. Ans

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.